Haji Visa Furoda Tanpa Antri Langsung Berangkat

haji-furoda-langsung-berangkat Haji Visa Furoda Tanpa Antri Langsung Berangkat

Haji Visa Furoda Tanpa Antri Langsung Berangkat

Haji Visa Furoda Tanpa Antri Langsung Berangkat bersama Alhijaz Indowisata USD16.500 all in. DP USD 6.000. Pelunasan setelah visa stamp. Garansi uang kembali jika visa tidak keluar. Hub 081326623635.

Haji Non Kuota Visa Haji Undangan Kerajaan

  • Jadwal Berangkat tanggal  4 Zulhijjah 1439H
  • Biaya US$ 16.500 (Enam Belas Ribu Lima Ratus US Dollar).
  • DP (Down Payment) sebesar  US$ 6.000  (Enam Ribu US Dollar).
  • Fasilitas Akomodasi  :
  • Apartement transit sebelum puncak haji
  • Mina dan Arafah tenda AC
  • Hotel Mekkah : Tower zamzam Hotel Madinah : Nozol Royal Inn
  • Lokasi Maktab AC di Depan
  • Durasi 26 Hari.
  • Pesawat Emirates/ Ettihad/Saudi
  • Visa Aman Karena sudah Mendapat Kuota / Jatah dan bisa di check di System Barcode Visa Haji.
  • DP aman karena ada MoU antara calon jamaah dan Travel
  • Pelunasan dilakukan pada saat Visa Disetujui (stamp)
  • Menggunakan Visa Resmi Haji (Jatah Keluarga Kerajaan) bukan Visa Amil / Ziyarah.
  • Manasik Haji 3 kali.
  • Semua Proses / Perjalanan / Ritual Haji berada dalam pengawasan Keluarga Kerajaan.
  • Penjamin: Keluarga Kerajaan.
  • Mofa di proses secepat-cepatnya 2 hari.
  • Legal secara Syariah dan Administratif.
  • Persyaratan: Pas Photo, FC Passport, Buku Nikah

Apa itu Visa Haji Undangan Kerajaan

haji-furoda-langsung-berangkat Haji Visa Furoda Tanpa Antri Langsung Berangkat

Menurut Konsul Jenderal RI di Jeddah, Dharmakirti Syailendra, menuturkan undangan raja tidak masuk dalam haji kuota. Artinya, bisa disamakan dengan haji non kuota yang diselenggarakan pihak-pihak tertentu. Namun ada perbedaan yang sangat mencolok. Haji atas undangan raja, terjamin segala sesuatunya, termasuk tidak dipungut biaya sama sekali. Kelasnya VVIP, VIP, dan non VIP.
Jadi Visa Haji Undangan kerajaan sama dengan Haji Non Kuota tapi tidak sama dengan visa haji ziarah/ ummal. Visa haji undangan kerajaan adalah visa haji resmi sementara visa haji ziarah/ ummal tidak resmi Karena tidak diperuntukkan buat ibadah haji.

Umumnya, keberangkatan mereka dikoordinasikan oleh Kedutaan Besar Arab Saudi di mana keberangkatan sampai kepulangan mereka terjamin. Undangan raja ini, kata dia dibagi lagi dalam beberapa kategori. Hal ini bisa dilihat dari operator yang mengundang. Ada tiga instansi yang bisa mengundang atas nama raja, yakni Rabithah Alam Islami yang biasanya mengundang para alim ulama atau organisasi massa Islam, Kedutaan Besar Arab Saudi di luar negeri, dan protocol  Istana.

“Kelas layanannya juga beda-beda. Kalau undangan raja yang dikoordinasikan royal protokol biasanya dapatnya VVIP, di bawah itu VIP, ada juga kelas di bawahnya lagi tapi tetap dikoordinasi dan dijamin. Airportnya diurusi, tiket dibayari, nama jelas dan dokumen tidak kosong,” kata dia. Bahkan di Arafah pun mereka menempati maktab khusus.

Maraknya Visa Haji Non Kuota

Beberapa tahun belakangan ini, kita banyak mendengar berita tentang gagalnya calon jamaah haji menginjakkan kakinya di Tanah Suci. Kenapa hal ini terjadi?

Ini bermula dari mulai banyaknya rakyat Indonesia yang mendaftarkan diri untuk melaksanakan ibadah haji yang merupakan rukun islam kelima yang artinya merupakan suatu kewajiban bagi setiap muslim yang mampu. Berdasarkan KTT OKI Tahun 1987, kuota haji tiap Negara adalah 1:1000 jumlah warga muslim suatu Negara. Sehingga Indonesia medapat kuota 221.000. Namun dengan adanya renovasi daerah sekitar masjidil haram yang dimulai tahun 2013, semakin memperkecil jumlah kuota yang diterima karena kuota dipotong 20%. Hal ini menyebabkan makin panjangnya antrian untuk melaksanakan ibadah haji.

Lamanya masa tunggu untuk melaksanakan ibadah haji berkisar 8 sd 20 tahunan telah membuka peluang beberapa pihak untuk menjual visa non kuota (visa bebas) yang tidak diperuntukkan untuk ibadah haji seperti visa ziarah dan visa ummal (pekerja). Sehingga visa ini termasuk visa illegal (tidak resmi).

Beda halnya dengan visa haji undangan kerajaan yang memang diperuntukkan bagi undangan khusus dari kerajaan yang bersifat resmi dan juga sangat diurus segala hal yang berhubungan dengan ibadah haji itu sendiri seperti akomodasi, transportasi dan hal lain yang terkait dengan ibadah haji. Bahkan bisa dikatakan visa haji undangan kerajaan ini bersifat VVIP dan VIP.

Berhati-hatilah dengan Visa Haji Non Kuota

Calon jamaah haji yang menggunakan Visa Haji Non Kuota berupa visa ziarah maupun ummal memang bisa masuk, karena pemerintah Arab Saudi tentu tidak bisa menolak jemaah yang memiliki visa sehingga mereka tetap diberlakukan seperti jemaah haji pada umumnya. Mereka diwajibkan membayar general service untuk mendapatkan layanan naqabah (transportasi), dan maktab di Arafah Mina. Namun mereka tidak memiliki pondokan jelas di Mekah, pelayanan yang layak pun tidak ada sehingga berpotensi terlantar saat di tanah suci.

Sesuai dengan UU no 13 tahun 2008 tentang Haji, penyelenggara haji adalah kementrian agama dan oleh karena itu jika ada PIHK (Peyelenggaran Ibadah Haji Khusus) yang tidak terdaftar dan menyelenggarakan haji maka itu ilegal. “Perjalanan keluar negeri untuk jalan-jalan atau urusan bisnis berbeda dengan perjalanan naik haji ke Tanah Suci.

Menurut Suryadharma ( Menteri Agama RI Periode 2009 -2014), jamaah haji yang diberangkatkan oleh PIHK yang tidak resmi biasanya menggunakan visa non kuota. Masalah juga menurutnya kerap muncul karena banyak PIHK yang menggunakan visa non kuota ini. Terkadang, kata dia, ada jamaah non-kuota yang bisa sampai Jeddah, tapi tak bisa masuk Makkah.

Bahkan ada yang tak bisa pulang ke Tanah air karena tak ada tiket, atau begitu sampai mereka ditelantarkan tanpa ada yang mengurus. Pada akhirnya karena mereka warga negara Indonesia juga menjadi tanggungjawab pemerintah untuk mengurus mereka,” tuturnya.

Karena banyak PIHK yang tidak bertanggungjawa menurut Suryadharma di Armina juga mereka tidak mendapatkan hak makanan mereka. Akibatnya mereka terlantar dan masuk ke tenda jemaah resmi. Selain itu jika mereka meninggal dunia, pengurusannya pun memakan waktu. ”Akhirnya mereka bergabung ke tenda jemaah resmi dan memakan makanan yang disediakan untuk jemaah resmi,” tegasnya.

Untuk itu Menag mengingatkan agar Muslim Indonesia tak memaksakan diri berangkat ke Tanah Suci, jika belum mendapatkan porsi. Akibat terlalu memaksakan diri, akhirnya banyak masyarakat yang tertipu oleh biro travel nakal.

Keuntungan menggunakan Visa Haji Undangan Kerajaan

Haji dengan menggunakan Visa Haji Undangan Kerajaan termasuk kepada Haji Non Kuota (Haji Visa Furoda Tanpa Antri Langsung Berangkat). Mengapa termasuk non kuota? Karena visa ini tidak berada dalam jatah kuota Depag RI. Visa Non Kuota ini (Furoda) adalah visa yang dikeluarkan setiap tahunnya oleh Kerajaan Saudi. Dan setiap tahunnya berbeda-beda jumlahnya. Visa Haji Non Kuota ini sangat diminati oleh Masyarakat Indonesia, karena menawarkan haji yang langsung berangkat di tahun yang bersangkutan atau paling lama menunggu hanya 1 (satu) tahun.

Oleh karena antrian yang begitu singkat, maka Visa Haji Non Kuota Undangan Kerajaan ini menjadi rebutan bagi semua calon jamaah haji dan mempunyai demand (peminatan) yang tinggi. Sesuai hokum ekonomi, semakin tinggi permintaan konsumen terhadap suatu barang / jasa, maka akan semakin Mahal harga barang atau jasa tersebut. Hal ini juga berlaku untuk Haji Khusus Non Kuota Undangan Kerajaan, bahkan disamping permintaan yang tinggi, fasilitas visa ini juga termasuk kepada fasilitas akomodasi yang mewah.

Fasilitas Visa Haji Undangan Kerajaan termasuk ke dalam kategori VVIP atau minimal adalah VIP. Ini sudah menjadi standar baku, karena memang ini semua dalam pengawasan dari keluarga kerajaan. Ini semua berdampak kepada Harga / Biaya Haji Khusus ini menjadi sangat Mahal.

Perbedaan Haji dan Umroh

Apa yang membedakan ibadah haji dan umroh baik dari segi aturan hingga waktu pelaksanaannya perlu dipahami terlebih dahulu. Ibadah haji lebih dikenal dibandingkan dengan umroh, dan bahkan bagi sebagian orang tidak dapat membedakan keduanya. Kedua ibadah tersebut sama – sama dilakukan di Tanah Suci Mekah, yang membedakan adalah sisi waktu dan rangkaian urutan ibadah yang dilakukan. Jika haji hanya dapat dilakukan satu kali dalam setahun yaitu mulai tanggal 9 Dzulhijjah, sedangkan untuk ibadah umroh dapat dilakukan kapan saja. Saat ini, untuk menunaikan ibadah umroh lebih mudah karena banyak travel terpercaya yang memberikan paket umroh setiap bulannya, seperti paket umroh Ramadhan 2018 nanti juga sudah tersedia jadwalnya.

Dalam melakukan ibadah haji, jemaah haji juga dapat melakukan ibadah umroh sebelum, bersamaan, ataupun sesudah melakukan ibadah haji bergantung niat dan lama tinggal jemaah haji yang bersangkutan di Arab Saudi. Disamping itu perbedaan lainnya terletak pada rangkaian kegiatan wajib selama beribadah, untuk haji terdapat kegiatan thawaf, sa’i, mabit di Mina, wukuf di Padang Arafah, mengambil batu di Muzdalifah, melempar jumrah di jamarat Mina, penyembelihan hewan qurban, serta tahallul. Berbeda dengan haji, umroh memiliki rangkaian yang lebih pendek yaitu thawaf, sa’i, dan tahallul. Dari sisi hukumnya, ibadah haji adalah wajib bagi yang “mampu” dan ibadah umroh hukumnya sunnah. Mampu yang dimaksud dalam hal ini adalah mampu dari segi jasmani, rohani, serta  finansial, sehingga bagi umat muslim yang termasuk dalam krteria tersebut dianjurkan untuk menyegerakan menunaikan ibadah haji.

Berdasarkan lama pendafataran dan pemberangkatan, haji dan umroh berbeda. Untuk haji, pemberangkatan hanya satu kali setahun dengan antrian yang sangat panjang, sehingga pendaftaran dan pemberangkatan biasanya tidak akan terjadi dalam tahun yang sama. Masa tunggu pemberangkatan juga cukup lama mulai dari 4 tahun hingga 6 tahun. Ibadah umroh bisa dilakukan kapan saja tanpa ada batasan waktu, sehingga pelaksanaan umroh bisa lebih mudah bahkan biro perjalanan umroh selalu memiliki jadwla pemberangkatan setiap bulannya. Masa tunggu pendaftaran dengan pemberangkatan juga tidak akan lama hanya dalam hitungan bulan saja. Misalnya pada akhir September 2017 melakukan pendaftaran maka akan dijadwalkan berangkat umroh November 2017. Itu sebabnya sebagian orang cenderung memilih untuk menunaikan ibadah umroh terlebih dahulu.

Untuk memperoleh Visa Haji Undangan Kerajaan yang resmi dan amanah bisa menghubungi kami

Alhijaz Indowisata

Firza Fitri – 0813 2662 3635

Konsultan Haji dan Umroh

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *