Tips dan Persiapan Sebelum Berangkat Umroh

Tips Sebelum Pergi Umroh

Pada bulan Maret-Mei, cuaca bisa dikatakan sedang sejuk dan lebih bersahabat. Mengingat cuaca yang begitu panas, ada baiknya memilih waktu sesuai dengan kondisi Anda. Jika Anda termasuk orang yang mudah lelah, atau Anda memilih beribadah dengan rasa nyaman, pilihlah waktu dengan cuaca bersahabat. Pasalnya, setelah melalui penerbangan yang lumayan panjang (sekitar 10 jam penerbangan) dan perbedaan waktu lebih kurang 4 jam di belakang waktu Jakarta (GMT+3), Anda akan menghabiskan sebagian besar waktu dengan beribadah yang dilakukan tidak hanya di dalam masjid, tapi juga di ruang terbuka.

Namun, ibadah umrah sendiri selain banyak diminati pada bulan Ramadhan, juga ramai dilakukan pada musim liburan (Juni-Agustus). Jadi jika Anda memutuskan melaksanakannya di bulan-bulan itu, ada sedikit tips. Selalu gunakan pakaian berwarna putih yang memantulkan panas matahari. Dengan begitu, energi Anda tidak mudah terkuras karena panas tidak diserap baju dan tubuh.

 Bulan Menentukan Biaya

Pemilihan waktu sendiri juga menentukan besarnya biaya yang akan Anda keluarkan. Jika Anda memilih pergi umrah di musim liburan, menjelang musim haji atau menjelang Ramadhan, maka biaya yang dikeluarkan pasti akan lebih besar. Mengapa? Karena umumnya kenaikan paket umrah terjadi di tiga musim ini.

Pertama karena pada musim-musim tersebut biasanya peminat umrah meningkat. Kedua, pada saat ini terjadi persaingan ketat antar sesama maskapai penerbangan. Otomatis ini mempengaruhi pesawat yang akan dipergunakan. Pihak travel kesulitan untuk mendapatkan tarif pesawat yang murah sesuai budget.

Nah, jika Anda ingin mencari biaya perjalanan yang cenderung murah, ambillah paket umrah pada bulan Januari hingga Maret. Pada bulan-bulan ini, harganya biasanya lebih murah dibandingkan paket umrah untuk bulan april dan seterusnya.

Biasanya, Biro Perjalanan Umrah sudah memberikan jadwal waktu keberangkatan dan kepulangan, lokasi-lokasi saat kita akan beribadah umrah, tempat wisata yang bisa dikunjungi, hotel atau wisma tempat menginap, bahkan uang yang harus kita bawa untuk bekal membeli oleh-oleh dan perlengkapan sehari-hari.

Biaya untuk beribadah umrah akan berbeda, bergantung pada Biro Perjalanan Umrah yang Anda pilih. Biaya untuk umrah berkisar antara 20 juta rupiah sampai yang paling mahal bisa mencapai 35 juta rupiah. Tentunya, semua bergantung pada lokasi wisata yang bisa dikunjungi selama berada di Arab Saudi dan akomodasi (seperti hotel, maskapai penerbangan, dan sebagainya).

Paket Umroh Plus Turki 2019

Bagi Anda yang sudah terbiasa melakukan perjalanan ke luar negeri atau pernah melakukan umrah, mungkin tidak perlu terlalu was-was mempersiapkan keberangkatan Anda. Akan tetapi, bagi mereka yang belum pernah bepergian ke luar negeri atau baru pertama kali merencanakan ibadah umrah, ada baiknya Anda mengikuti beberapa tips berikut ini.

Perhitungkan anggaran keuangan Anda dan keluarga untuk melakukan ibadah umrah ini. Jangan sampai Anda menguras habis tabungan keluarga hanya karena sangat berminat beribadah umrah. Rencanakan sedini mungkin ibadah umrah karena Allah tidak suka hamba-Nya menzalimi diri dengan memaksakan untuk beribadah padahal dana sebenarnya belum mencukupi.

Jika ternyata dana sudah tersedia, tanpa mengorbankan keuangan bagi kebutuhan hidup Anda dan keluarga, mulailah mencari informasi mengenai Biro Perjalanan Umrah dan Haji yang biayanya sesuai dengan dana yang Anda miliki. Bisa bertanya kepada keluarga dan rekan sejawat yang pernah berumrah atau melalui media, seperti internet. atau bisa langsung menghubungi kami di 0813-2662-3635

Bila Anda sudah menentukan Biro Perjalanan Umrah yang dipilih, perhatikan baik-baik akomodasi dan jadwal kegiatan selama di Tanah Suci yang dijanjikan oleh biro perjalanan tersebut. Jangan sampai Anda membeli “kucing dalam karung”. Anda juga jangan sungkan-sungkan bertanya atau protes bila ternyata hal yang dijanjikan tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya.

Gerakan 5 Umroh Pasti

Persiapkan semua kelengkapan yang dibutuhkan. Misalnya, paspor, fiskal (jika diperlukan), pakaian, dan kebutuhan sehari-hari, obat-obatan juga dana (uang) untuk beragam keperluan. Bisa pula Anda mempersiapkan dana melalui penukaran mata uang rupiah dengan uang real Arab Saudi atau mata uang negara lainnya (jika setelah umrah, biro perjalanan Anda mengajak berwisata ke tempat lain).

Bagi Anda yang bekerja, sesuaikan waktu umrah dengan waktu yang diperbolehkan saat Anda mengajukan cuti. Begitu pula jika Anda memiliki bisnis sendiri, aturlah waktu sebaik mungkin agar tidak bentrok dengan kewajiban mencari nafkah, menuntut ilmu, dan lain-lain.

Bagi para lajang yang berumrah akan lebih mudah karena tidak ada tanggungan keluarga yang harus diurus. Akan tetapi, bagi pasangan suami istri yang berumrah dan tidak membawa serta anak-anak, persiapkan anak-anak Anda agar mengizinkan Anda berumrah. Titipkan mereka pada keluarga dekat juga bekal dana selama anda dan pasangan berada di Tanah Suci.

1.Persiapan sebelum berangkat umroh  

  • Pilihlah agen travel yang sudah punya kredibilitas dan pengalaman yang baik dalam menyelenggarakan haji/umroh. Sesuaikan dengan budget yang ada. Untuk menghemat biaya dan tenaga bisa dipilih paket travel regular, jadi gak pake singgah / jalan2 dulu kaya ke malaysia, dubai, mesir, turki dll. Tapi langsung ke madinah karena untuk fokus ibadah gak pake tour kemana-mana. Karena pengalaman yang ikut paket plus wisata gak maksimal jalan-jalannya karena sudah kepayahan fisiknya setelah ibadah umroh.
  • Segera urus perlengkapan dokumen untuk  keperluan administrasi seperti paspor, foto close up ( muka kliatan lebih dekat dan jelas ), kartu kuning vaksinasi meningitis dan influenza.  Yang terakhir itu juga perlu karena merupakan salah satu syarat yang di wajibkan pemerintah Arab Saudi bagi calon jamaah haji/umroh.
  • Berdasarkan pengalamanku kemarin mengurus paspor, foto, dan vaksin kurang lebih makan waktu 2 minggu sampai selesai semua.
  • Bagi yang jarang olahraga, mulai deh nyicil tiap paginya latihan jalan kaki atau jogging sebelum berangkat supaya nantinya terbiasa dan fisik kita juga lebih kuat waktu melakukan  tawaf, sai, dan berjalan kaki tiap ke masjid untuk ibadah.
  • Mulai membaca beberapa panduan buku umroh ( rukun2 dan larangannya), doa-doa ketika rukun umroh, dan sholat sunah, seperti shalat jenazah karena di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram hampir setiap selesai shalat wajib akan ada shalat jenazah.
  • Agar kita punya bekal pengetahuan agama yg cukup pula ketika beribadah disana selain info yang kita dapat dari pembekalan ( Manasik ).
  • Jaga kesehatan badan dan rohani kita. Persiapkan betul fisik dan hati kita ( belajar ikhlas, dan sabar ), banyak do’a semoga di beri kelancaran beribadah disana , karena ini merupakan perjalanan ibadah ( spiritual) ke Tanah suci bukan sekedar jalan-jalan biasa.

2. Persiapan perbekalan dan perlengkapan selama umroh

  • Sebaiknya sudah persiapkan kebutuhan isi koper seminggu sebelum berangkat. Seperti pakaian ihrom ( baju gamis ), sandal / sepatu, kaos kaki, kaos tangan, kerudung/bergo, pelembab/sabun non parfume dll. Lebih baik cari di toko one stop shopping perlengkapan haji, karena lebih lengkap dan hemat tentunya. ( Biasanya ada beberapa yang akan diberi gratis seragam dari travel agent, seperti pakaian ihrom dan baju koko untuk laki-laki, mukena  bagi wanita  )
  • Bawalah baju sedikit dan sesimple mungkin ( perkiraan umroh 9 hari ) 2-3 stel selain baju ihrom dan pakaian tidur  yang bisa dipakai beberapa kali ( mix and match ). Buat wanita lebih baik  membawa baju gamis ( terusan panjang ) daripada potongan atasan bawahan karena waktu disana bisa sekalian di pakai waktu shalat tanpa perlu memakai mukena. Jika memang kurang baju tenang ajah disana ( biasanya dijual di depan masjid Nabawi, Madinah) banyak juga yang menjual gamis lumayan murah mulai dari harga 15 riyal. Akan menghemat isi koper yang nantinya pasti akan lebih banyak yg dibawa waktu pulang karena ketambahan isi oleh2nya.
  • Pakaian sholat mukena bawa 1 stel ajah sudah cukup, karena disana sholat juga tidak harus pakai mukena seperti di Indonesia, asal pakaian kita sudah menutup aurat selain muka dan telapak tangan tentunya. Oh ya bawa sajadah yang tipis jika perlu, misal saat sholat jamaah sudah gak kebagian tempat di dalam dan terpaksa sholat di pelataran masjid. Untuk kerudung sebaiknya pakai yang model bergo ( langsung pakai) yang panjang menutup dada, karena selain lebih praktis juga menyesuaikan dengan budaya arab yang memang muslimahnya memakai kerudung panjang.
  • Untuk pakaian dalam bawa secukupnya, namun alangkah lebih baik bawa cd/panty skali pakai  yang bisa di beli di toko perkengkapan pakaian dalam, karena selain tidak perlu banyak yang di cuci, jika terkena najis setelah buang air bisa langsung di buang dan ganti yang baru.
  • Jangan lupa bawa buku do’a saku, buku dzikir pagi dan sore,  Al-Qur’an kecil untuk kita baca disana.
  • Bawalah perlengkapan obat2an sendiri dari Indonesia sebagai antisipasi disana, karena selain jarang ada merek obat indonesia yang dijual disana, adapun obat2 disana belum tentu cocok buat kita dan harganya jauh lebih mahal. Obat-obatan yang perlu dibawa antara lain obat batuk, flu ( tablet, hisap, hindari obat cair dlm botol selain gak praktis juga menghindari tumpah selama dijalan ), multivitamin, obat diare, pusing, obat tetes mata, balsem dll. Untuk kita para wanita yang  gak kalah penting adalah membawa obat penunda menstruasi ( primalut N) yg bisa di beli bebas di apotik, jika sekiranya saat berada di tanah suci pas tanggal biasa kita dapat menstruasi .
  • Bawalah satu pasang sepatu karet/sepatu sandal dan sandal jepit untuk dipakai sehari-hari disana karena lebih praktis ketika di masukkan dalam kantong plastik/tas saat ibadah jamaah di masjid.
  • Selain bawa tas koper besar ( biasanya dari travel kita dapat jatah seragam), bawalah juga tas tenteng yang bisa di taruh di kabin pesawat nanti berisi 1 stel pakaian ganti, handuk kecil,  perlengkapan mandi , pelembab wajah dan bibir, sunscreen lotion. In case jika waktu di perjalanan muntah/ basah dan delay di tempat transit kita bisa segera ganti/ menyegarkan diri. Atau jika koper kita belum sampai di hotel, hal ini bisa saja terjadi jika kita berada di rombongan tur yang banyak sekali jumlahnya.
  • Perlu diingat pada umumnya  dari travel, jatah yang bisa dimasukkan dalam bagasi pesawat hanya 1 buah koper baju , dan berat maksimalnya 25 kg termasuk jatah 5 liter air zam-zam untuk satu jamaah.
  • Oh ya siapkan pula kaca mata hitam yg ada pelindung UVnya, payung kecil/ topi ( berguna banget menahan silau matahari siang ketika  kita ziarah / tawaf), masker , syal/ jaket  ( jika kita berangkat ketika di mekkah sedang musim dingin atau bagi yang gak tahan dingin di dalam pesawat ).
  • Umm gak kalah penting bawa beberapa gantungan baju kecil dan detergen sachet, karena  kemarin pas aku pergi ternyata bermanfaat banget buat menggantung baju / baju dalam setelah di cuci disana ( asal tahu ajah laundry disana lmyn mahal loh hehe…  jadi mending cuci sendiri toh juga cepat kering karena blower di kamar cukup besar anginnya.
  • Buat yang kira2 gak cocok makanan disana, boleh bawa mie instan dalam cup (popmie), sereal ( energen) secukupnya, Gak usah banyak-banyak karena pengalaman kemarin juga gak kemakan dan kebawa pulang lagi karena disana juga dapat jatah snack dari travel.
  • Jangan lupa bawa charger kamera poket, HP dan colokan 3 lubang, karena rata-rata stop kontak di bandara dan kamar hotel disana berlubang 3.
  • Oh iya kalo perlu bawa botol minum kecil kosong dari rumah yang bisa dimasukkan dalam tas kecil, agar pas di madinah/ mekkah bisa kita isi  ulang dengan air zam-zam untuk perbekalan minum selama di masjid. Dimana air zam-zam disana di berikan gratis dan melimpah. Asal tahu ajah harga sebotol air mineral disana lebih mahal daripada di Indonesia. Untuk sebotol aqua ukuran sedang harganya sekitar 10 ribu rupiah. Kemarin saya juga membawa botol minum tupperware kosongan dan dimasukkan dlm bagasi, yang juga berguna untuk direfill air zam-zam untuk persediaan di hotel/ jalan, jika memang tidak disediakan air mineral di Hotel, karena sayang banget kalo harus beli air mineral, kecuali terpaksa jika kita bisa minum air zam-zam yang berlimpah disana,
  • Bawalah uang perbekalan secukupnya. Untuk keamanan hindari membawa kartu ATM atau kartu kredit jika memang tidak berniat berbelanja cukup banyak disana, KTP, SIM dan kartu2 yang tidak begitu urgent di pakai disana. Selain menghindari hilang ketika kita disana, juga agar tidak memenuhi dompet kita. Oh ya untuk berbelanja disana selain menggunakan uang riyal, kita juga bisa tetap memakai uang rupiah dalam pecahan 50.000 dan 100.000 an, karena memang sudah terkenal orang Indonesia yang suka berbelanja disana heheh. Untuk penukaran mata uang riyal, berdasarkan pengalaman dan tips dari pembimbing travel , lebih murah kita menukarkan disana ( Madinah / Mekkah ) daripada kita menukar ketika masih di Indonesia. Ya ada selisih yang lumayan  lah..

Demikian beberapa tips untuk bepergian melaksanakan ibadah umroh, semoga bermanfaat dan menjadikan perjalanan ibadah umroh kita menjadi umroh yang mabrur. Amin. (mas noe – www.azahro.com)

× Chat melalui WA