Paket Haji Plus 2021 | Haji Khusus Alhijaz Indowisata

Paket Haji Plus 2021

Menurut bahasa, kata Haji (الْحَج) adalah al-qasdhu, yang artinya menuju sesuatu.

Menurut syariat, Haji (الْحَج) memiliki makna beribadah kepada Allah dengan mengerjakan thawaf, sa’i, wukuf di arafah, dan seluruh manasik haji di Makkah al-Mukarramah pada bulan Dzulhijjah dengan syarat-syarat tertentu berdasarkan Al-Qur’an serta sunnah Nabi yang shahih.

Ibadah Haji merupakan ibadah komplek karena melibatkan lisan, hati, fisik dan materi.

Sesuai dengan Undang-undang Republik Indonesia No. 8 Tahun 2019 tentang  Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umroh Pasal 18, Visa Haji Indonesia terdiri atas :

  1. Visa Haji Kuota Indonesia; dan
  2. Visa Haji Mujamalah undangan pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

Visa Haji Kuota Indonesia dilihat dari penyelenggaranya terbagi atas :

  • Haji Reguler yang diselenggarakan oleh Menteri
  • Haji Khusus atau dikenal dengan Haji ONH Plus atau Haji Plus yang diselenggarakan oleh Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) yang mendapat izin resmi dari Menteri.

Sedangkan Visa Haji Mujamalah adalah keberangkatan ibadah haji menggunakan undangan visa dari pemerintah Kerajaan Arab Saudi dan mendapatkan pelayanan dokumen, transportasi, akomodasi, konsumsi dan kesehatan melalui PIHK.

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa Ibadah Haji resmi hanya bisa dilakukan dengan menggunakan Visa Haji Kuota Indonesia dan Visa Haji Mujamalah.

Sedangkan visa ziarah dan visa ummal TIDAK DAPAT digunakan untuk pelaksanaan ibadah haji. 

 
jamaah-haji-plus-alhijaz
Jamaah Haji Plus Alhijaz Indowisata

 

Daftar Isi
  1. Pengertian Haji Plus / Haji Khusus
  2. Mengapa Daftar Haji Plus/ Haji Khusus
  3. Masa Tunggu Haji Plus/ Haji Khusus
  4. Biaya Haji Plus/ Haji Khusus
  5. Cara Daftar Paket Haji Plus
  6. Persyaratan Paket Haji Plus
  7. Perbedaan Haji Reguler dan Haji Plus/ Haji Khusus
  8. Tabungan Haji Plus
  9. Haji Mujamalah / Haji Furoda / Haji Tanpa Antri
  10. Keutamaan, Rukun, Syarat, Wajib, Sunnah Haji

 

 

1. Pengertian Haji Plus / Haji Khusus : 

Haji Plus 2021 atau Haji Khusus, yang dikenal masyarakat dengan sebutan Haji ONH Plus adalah pelaksanaan Ibadah Haji yang diselenggarakan oleh Travel Haji & Umroh sesuai dengan Izin Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) yang telah disyahkan oleh Kementerian Agama RI.

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama RI campur tangan dalam Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus ini dengan melakukan Pembinaan, Pelayanan, dan Perlindungan kepada Jamaah Haji Plus dan Travel terkait sekaligus melakukan pengawasan terhadap Travel Penyelenggara Ibadah Haji Plus/ Khusus ini.

2. Mengapa Daftar Haji Plus/ Haji Khusus 2021?

Berdasarkan data waiting list (Daftar Tunggu) yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama RI, waiting list untuk ibadah Haji Reguler paling cepat sudah mencapai 24 Tahun untuk daerah DKI Jakarta (berdasarkan Waiting List Kemenag. Yaitu daftar tunggu paling cepat jika mendaftar sekarang untuk DKI Jakarta.

Berdasarkan data Kementerian Agama RI yang dapat dilihat pada website resmi Kemenag Republik Indonesia https://haji.kemenag.go.id/v4/waiting-list , Keberangkatan paling cepat adalah di tahun 2027 (untuk Kabupaten Mahakam Ulu) dan paling lama untuk kabupaten Bantaeng yaitu 44 tahun.

Dengan lama daftar tunggu untuk melaksanakan haji reguler, maka bagi calon jamaah haji yang ingin mempercepat masa keberangkatan hajinya lebih memilih Mendaftar Paket Haji Plus atau Haji ONH Plus atau Haji Khusus.

jamaah-haji-plus-di-muzdalifah
Jamaah Haji Plus Alhijaz di muzdalifah

3. Lama Masa Tunggu Haji Plus/ Haji Khusus 2021 Kemenag RI

Berapa lama daftar tunggu Haji Plus?

Kalimat di atas sangat sering dipertanyakan oleh calon jamaah haji. Pertanyaan ini muncul karena lamanya daftar/ masa tunggu Haji Reguler yang mencapai 24 tahun (untuk kota DKI Jakarta berdasarkan info update website Kemenag RI), maka Pemerintah melalui Kementerian Agama memberikan solusi bagi calon jamaah haji yang ingin segera berangkat tanpa menunggu lama dengan menawarkan 2 pilihan, yaitu :

  • Paket Haji Plus/ Haji Khusus dengan lama daftar tunggu 5-7 tahun.  
  • Paket Haji Mujamalah atau Haji dengan menggunakan visa undangan kerajaan Saudi Arabia, yang mana Jamaah Haji dapat berangkat di tahun yang sama dengan tahun pendaftaran, atau Tanpa Antri.

Paket Haji Plus dan Haji Mujamalah ini pengelolaan, pembiayaan, dan pelayanannya bersifat khusus.

Paket Haji Plus dan Haji Mujamalah dikelola oleh travel Haji dan Umroh yang memiliki izin  Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK). Salah satunya adalah Travel Haji dan Umroh Alhijaz Indowisata ini.

lama-antrian-haji-reguler
Lama antrian haji reguler

Lihat gambar di atas yang menunjukkan lama antrian haji reguler berdasarkan daerah. Data ini belum di update dengan Pandemi Corona Virus Disease-19 (Covid-19) yang mengakibatkan Indonesia melalui Kementerian Agama melakukan Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji di tahun 2020.

4. Biaya Haji Plus/ Haji Khusus 2021
Biaya Haji Plus 2021
Biaya Haji Plus 4 orang/kamar) : USD 11.500 (quard)
Biaya Haji Plus 3 orang/kamar : USD 12.250  (triple)
Biaya Haji Plus 2 orang/kamar : USD 13.000 (Double)
Akomodasi Hotel Haji Plus
Mekkah : Zamzam Tower/ Setaraf *5
Madinah : Royal Inn/ Setaraf *5
Aziziah : Apartement Transit
Tenda Maktab :  113 / 114
Biaya Haji Plus Termasuk 
Tiket pesawat kelas ekonomi
Akomodasi selama di Tanah Suci
Perlengkapan ibadah
Makan 3x sehari dengan menu masakan Indonesia
Pembimbing Ibadah Haji, Muthowif & Dokter
Ziarah Mekkah dan Madinah, city tour di Jeddah
Manasik haji di tanah air dan di Tanah Suci
Air zamzam 1 galon (5liter)
Biaya Tidak Termasuk 
Pembuatan paspor 
Pemeriksaan Kesehatan
DAM / Qurban
Biaya Kursi Dorong
Pengeluaran pribadi (laundry, kelebihan bagasi dan telpon)

Berapa Haji Plus Sekarang?

Sesuai tabel di atas, Biaya Haji Plus 2021 US$11.500/ quard. Setara dengan Rp 166.750.000,- (kurs Rp 14.500/ US$1). Kurs selalu menyesuaikan dengan kurs pada saat pembayaran.

Berapa setoran awal Haji Plus/ ONH Plus

Untuk setoran awal yang berlaku sebagai pendaftaran dan mendapat Nomor Porsi dari Pemerintah, calon jamaah haji membayar setoran awal / DP sebesar US$4.500 (empat ribu lima ratus dolar Amerika) kalau dirupiahkan dengan kurs Rp 14.500 sama dengan Rp. 65.250.000,- dan untuk sisa biaya dilunasi pada tahun keberangkatan.

Jika dilihat dari kenaikan Biaya Haji Plus rata-rata tahunan, ada kenaikan biaya berkisar US$250 hingga US$750 tiap tahunnya. 

Dalam penetapan biaya Haji Plus, Travel Haji dan Umroh sebagai penyelenggara Ibadah Haji Plus yang diberi izin oleh pemerintah RI melayanai Jamaah Haji Plus, harus mengikuti biaya yang ditetapkan pemerintah di setiap tahunnya.

Jika niat berhaji sudah kuat dan dana yang dimiliki sudah tersedia US$500 (lima ratus dolar amerika) maka Bapak/ Ibu bisa membuka Tabungan Haji Plus di Bank Syariah dan kami siap membantu proses pembukaan tabungan tersebut.

Haji Khusus Alhijaz Indowisata
Haji Plus 2021 Alhijaz Indowisata

5. Cara Daftar Paket Haji Plus 2021

Sebelum melakukan Pendaftaran Paket Haji Plus 2021, terlebih dahulu perhatikan Izin Pelaksanaan Ibadah Haji Plus (Khusus) travel yang dituju. Pilih Travel Haji & Umroh yang sudah memiliki Izin Penyelenggara Haji Ibadah Plus (Khusus), salah satunya adalah Travel Haji dan Umroh Alhijaz Indowisata dengan Izin Penyelenggaran Ibadah Haji Khusus No. 112 Tahun 2018.

Cara daftar atau Alur Pendaftaran Haji Plus Alhijaz Indowisata dapat dilihat pada tabel berikut, dengan cara klik skema untuk memperbesar tampilan.

cara-daftar-haji-plus
Cara Daftar Haji Plus

Keterangan Alur Pendaftaran Haji Plus

  1. Calon Jamaah (usia minimal 12 tahun) datang ke kantor PT. Alhijaz Indowisata untuk melakukan pendaftaran Haji Plus/ Haji Khusus dengan membawa dokumen yang disyaratkan (tertera pada Detail Dokumen Paket Haji Plus)
  2. Calon Jamaah melakukan pembayaran Uang Muka/ DP Haji Plus/ Haji Khusus sebesar US$4.500 di Bank Syariah dan menyerahkan Bukti Transfer ke PT. Alhijaz Indowisata
  3. PT. Alhijaz Indowisata (mewakili calon jamaah) mendaftarkan Paket Haji Plus ke Kantor Wilayah Kemenag untuk mendapatkan SPPH (Surat Pendaftaran Pergi Haji)
  4. PT. Alhijaz Indowisata melakukan Pembayaran Setoran Awal ke Rekening BPKH/ Kemenag untuk mendapatkan Bukti BPIH (Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji) / Nomor Porsi. Bukti BPIH akan diperoleh 2 hingga 5 Hari Kerja setelah calon jamaah melakukan pembayaran Uang Muka Haji Plus
  5. PT. Alhijaz Indowisata menyerahkan BPIH Setoran Awal ke Calon Jamaah
  6. Calon Jamaah menunggu Jadwal Keberangkatan melalui informasi yang akan disampaikan oleh Kanwil Kemenag dan juga PT Alhijaz Indowisata. Pelunasan biaya haji adalah 4 bulan setelah calon haji mendapatkan kepastian keberangkatan haji dari Kementerian Agama RI dan akan diinformasikan juga oleh Travel Alhijaz Indowisata.
 

6. Persyaratan Paket Haji Plus 2021
 
Apa yang harus dilampirkan ketika mendaftar Haji Plus?
 
  • Foto copy Buku Nikah (suami & istri)
  • Foto copy Akta Lahir
  • Foto copy KTP
  • Foto copy KK
  • Mengisi Surat Pernyataan
  • Pas Photo berwarna ukuran 3×4 (20lbr), dan 4×6 ( 15 lbr) dengan latar belakang putih tampak muka 80%
  • Membayar DP sebesar $4.500 setara dengan Rp. 65.250.000,- (kurs Rp 14.500/$1) agar bisa mendapatkan nomor porsi Haji dari Kemenag. (kurs menyesuaikan saat setoran/ pembayaran DP)

 

7. Beda Haji Reguler dan Haji ONH Plus / Haji Khusus

Dalam keseharian kita, masih banyak umat muslim yang belum mengetahui perbedaan antara Haji Reguler dengan Haji Plus, sehingga setelah melakukan pembayaran Uang Muka baru terkejut karena waktu tunggu (waiting list) yang lama hingga 20 tahun. Hal ini disebabkan kurangnya informasi yang tersampaikan kepada calon jamaah haji. Di lain sisi, calon jamaah haji yang sudah membayar Uang Muka Rp 25.000.000,- untuk Haji Reguler sebenarnya mampu untuk melakukan pendaftaran untuk Haji Plus.

Berikut Beda Haji Reguler dan Haji ONH Plus :

➨ Dari Segi Pihak Penyelenggara/ Pengelolaan :

Haji Reguler diselenggarakan langsung oleh Kementerian Agama Republik Indonesia melalui kantor-kantor wilayah kemenag

Haji ONH Plus diselenggarakan oleh Travel Haji dan Umroh yang sudah mendapat Izin Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK). PIHK melayani para jamaah haji dibawah pengawasan dari Kemenag sebagai instansi pemerintah yang memberi wewenang kepada PIHK untuk menyelenggarakan Haji Khusus

➨ Dari Segi Daftar Tunggu (Waiting List) :

Haji Reguler daftar tunggu paling cepat 11 tahun yaitu untuk Kabupaten Seram, Kab. Maluku Tenggara Barat dan Kabupaten Kepulauan Sula Maluku Utara. Sedangkan untuk daerah DKI Jakarta masa tunggu 23 tahun, Kota Depok 23 Tahun, Kota Bekasi 21 Tahun, Kota Bogor 19 Tahun dan Banten 23 Tahun. Untuk daerah lain bisa dicek di Estimasi Waiting List Kemenag RI.

Haji ONH Plus : Daftar Tunggu untuk Haji Plus 5 – 7 Tahun

➨ Dari Segi Biaya :

Haji Reguler : Biaya Ongkos Naik Haji Reguler Rp. 35.000.000,- (tiga puluh lima juta rupiah). Sistem pembayaran 2 kali yaitu Uang Muka/ Down Payment Rp. 25.000.000,- (dua puluh lima juta rupiah) untuk mendapatkan Nomor Porsi Haji (BPIH). Dan pelunasan di Tahun Keberangkatan.

Haji Plus : Biaya Ongkos Naik Haji Plus 2021 2022 dalam bentuk Dolar Amerika yaitu senilai US$11.500, (sebelas ribu lima ratus dolar amerika) dan harga ini akan disesuaikan pada tahun keberangkatan mengikuti peraturan pemerintah. Pembayaran dilakukan juga 2x, yaitu Uang Muka/ Down Payment US$4.500,- (empat ribu lima ratus dolar amerika) untuk mendapatkan Nomor Porsi Haji (BPIH). Dan pelunasan di Tahun Keberangkatan. 

➨ Dari Segi Pelayanan :

Haji Reguler : pelayanan berupa fasilitas hotel Mekkah bagi jamaah haji reguler berjarak jauh sekitar 3-4km dari Masjidil Haram. Maktab cukup jauh dari jamarat kurang lebih 2km. Waktu bermukim di Tanah Suci berkisar 40 hari.

Haji ONH Plus : pelayanan berupa Fasilitas Hotel yang dekat dengan masjidil haram (Hotel *5 Mekkah) dengan jarak maksimal 500m dengan fasilitas hotel yang lebih. Haji Plus menggunakan Apartement sebelum masuk Mina/ Arafah untuk persiapan haji, manasik, konsultasi agama/ kesehatan. Waktu bermukim di Tanah Suci selama 25-27 hari. 

8. TABUNGAN HAJI PLUS 2021
 
tabungan-haji
Tabungan Haji Plus 2021

Niat yang kuat untuk melaksanakan Rukun Islam yang ke-5 yaitu Pergi Berhaji harus segera diwujudkan dengan mendaftarkan diri ke Kantor Wilayah Kementerian Agama. Mendaftar Haji dilakukan dengan membayar Uang Muka sebesar Rp 25.000.000,- untuk Haji Reguler dan USD4.500 untuk Haji Khusus agar calon jamaah Haji mendapat Nomor Porsi Haji sehingga akan terlihat kapan estimasi keberangkatannya mengingat Daftar Sekarang harus masuk waiting list terlebih dahulu.

Dalam kenyataannya, tidak semua calon jamaah haji siap dengan dana yang lumayan cukup besar tersebut. Jika dana belum cukup untuk membayar Uang Muka, maka tertunda pulalah pendaftarannya yang artinya semakin jauh lagi masa tunggunya.

Tapi pendaftaran tersebut harus tetap terlaksana karena Niat Baik yang sudah terucap jika ditunda biasanya akan membutuhkan waktu lama lagi untuk mewujudkannya. Niat kuat harus segera kita ambil tindakan nyata. Solusinya Kami membantu untuk pembukaan Rekening Tabungan Haji Plus, sehingga dengan mendaftar USD500 (lima ratus dolar amerika) niat baik sudah mulai terujud, Allah akan mampukan kita untuk mencukupinya. 

Alur Pendaftaran Tabungan Haji Plus 2021

  1. Calon jamaah datang ke kantor PT. Alhijaz Indowisata untuk mendaftar tabungan haji khusus dan membuka tabungan dollar, tabungan awal minimal US$ 500.- (lima ratus dolar amerika) dengan membawa persyaratan berupa KTP & NPWP
  2. PT. Alhijaz Indowisata mengurus pembukaan tabungan dollar ke bank syariah. Bank Syariah yang sudah bekerjasama dengan PT. Alhijaz Indowisata adalah Bank Syariah Mandiri, Bank Muamalat, BNI Syariah. Calon jamaah mendapatkan buku tabungan tanpa kartu ATM dan rekening di-blokir dan hanya bisa diambil untuk pembayaran haji khusus di PT. Alhijaz Indowisata
  3. Calon jamaah menabung sampai terkumpul dana minimal US$ 4.600. Setelah saldo mencapai US$ 4.600, PT. Alhijaz Indowisata akan mendaftarkan haji khusus jamaah yang bersangkutan agar mendapatkan Nomor Porsi Haji.
  4. Jika saldo belum cukup untuk mendaftarkan haji khusus, namun jamaah membatalkan diri karena alasan tertentu maka dikenakan administrasi 10 % dari saldo tabungan
  5. Jamaah melanjutkan tabungan untuk persiapan pelunasan

Ciri fisik Dollar yang di terima bank : Pecahan $ 100, Fisik bagus, Tidak lecek, Tidak basah, Tidak robek, Tidak kelipat.

9. Haji Mujamalah / Haji Furoda / Haji Tanpa Antri 

Haji Mujamalah yang sering disebut juga Haji Furoda atau Haji Tanpa Antri adalah jamaah haji yang menggunakan visa undangan haji dari pemerintah Kerajaan Saudi Arabia untuk melaksanakan ibadah haji. 

Visa  Haji Mujamalah atau disebut juga Haji Non Kuota TIDAK diambil dari kuota haji Indonesia melainkan didapat dari Kuota Kerajaan Saudi Arabia yang dikeluarkan melalui Kedutaan Besar Saudi Arabia di Indonesia.

Data Jamaah haji yang menggunakan Visa Mujamalah tidak masuk dalam Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat). Siskohat adalah sistem pengelolaan data dan informasi penyelenggaraan Ibadah Haji secara terpadu.

Visa Haji Mujamalah / Visa Haji Furoda merupakan visa haji resmi yang diakui oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagaimana tercantum dalam Pasal 18 UU No. 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah.

Meskipun data jamaah haji mujamalah tidak masuk dalam Siskohat, tapi PIHK yang merupakan badan hukum yang diserahi pemerintah untuk menyelenggarakan haji mujamalah harus dan wajib memberikan laporan data jamaah haji mujamalah kepada Menteri sesuai dengan pasal 18 UU Nomor 8 Tahun 2019.

PIHK yang menyelenggarakan haji mujamalah yang tidak memberikan laporan jamaahnya kepada menteri akan dikenakan sanksi administratif.

Dengan demikian, demi menjaga keamanan dan kenyamanan Jamaah Haji Mujamalah, maka pilihkan PIHK (Penyelenggara Ibadah Haji Khusus) yang telah memiliki izin resmi dari Kementerian Agama RI

Visa Ziarah dan Visa Ummal

Selain Visa Haji, ditemukan juga jamaah haji yang melaksanakan ibadah haji dengan menggunakan Visa Ziarah dan Visa Ummal ( Visa Pekerja ).

Visa Ziarah dan Ummal tidak dapat digunakan untuk melaksanakan Ibadah Haji. Karena visa ziarah merupakan jenis visa yang dikeluarkan atas referensi perorangan warga Saudi sebagai penjamin atau pihak yang dikunjungi di Arab Saudi. sementara visa ummal digunakan untuk bekerja di Saudi Arabia.

Penggunaan Visa Ziarah dan Ummal untuk pelaksanaah ibadah haji memiliki berbagai resiko, diantaranya :

  • Gagal berangkat
  • Deportasi
  • Tidak dapat melaksanakan ibadah dengan aman dan nyaman
  • Tertangkap pihak berwenang di Arab Saudi
  • Menghadapi kendala dokumen administrasi kepulangan serta kerugian material yang tidak sedikit.

Itinerary Perjalanan Ibadah Haji Plus 2021

  • Rombongan tiba dan berkumpul di Lounge Umroh Bandara Internasional Soekarno Hatta. Lalu bersiap-siap menuju Terminal 3. Selanjutnya rombongan berangkat menuju Madinah dengan pesawat Saudi Airlines. Setiba di Madinah lalu proses imigrasi selesai, perjalanan dilanjutkan menuju hotel dengan bus. Sampai di hotel cek in dan istirahat.
  • Sekitar pukul 07.00, bersiap-siap untuk Ziarah ke Raudhoh, Makam Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, dan kedua sahabatnya Radiyallahu Anhuma (kondisional).
  • Melaksanakan sholat Fardhu Arbain berjamaah serta memperbanyak ibadah sunnah di Masjid Nabawi
  • Melaksanakan sholat fardhu Arbain berjamaah serta memperbanyak ibadah sunnah di Masjid Nabawi.
  • Setelah sarapan pagi atau Pkl. 07.00 pagi, , Ziarah Madinah antara lain : Makam Baqi, Masjid Quba, Kebun Kurma, Jabal Uhud, Masjid Kiblatain, Masjid Tujuh Dan percetakan al qur’an (kondisional).
  • Melaksanakan sholat fardhu Arbain berjamaah serta memperbanyak ibadah sunnah di Masjid Nabawi.
  • Melaksanakan sholat fardhu Arbain berjamaah serta memperbanyak ibadah sunnah di Masjid Nabawi
  • Tasiyah & manasik haji ( konditional )
  • Berkunjung Ke Museum Rosulullah SAW Dan Museum Asmaul Husna.
  • Melaksanakan sholat fardhu Arbain berjamaah serta memperbanyak ibadah sunnah di Masjid Nabawi.

Melaksanakan shalat Fardhu Arbain Berjamaah Dan memperbanyak ibadah sunnah di Masjiid Nabawi.

  • Melaksanakan shalat Jum’at dan sholat Fardhu Arbain Berjamaah serta memperbanyak ibadah sunnah di Masjiid Nabawi.
  • Melaksanakan shalat Fardhu Arbain Berjamaah serta memperbanyak ibadah sunnah di Masjiid Nabawi.
  • Tausiyah, manasik dan tehnis keberangkatan ke Mekkah ( konditional )
  • Setelah shalat Fardhu dan makan siang sekitar Pk.15.00 Sore, bersiap-siap untuk berangkat ke Mekkah guna melaksanakan ibadah Umrah, tak lupa mampir di Bir Ali untuk ambil miqot. Tiba di Makkah check in Di Tempat Transit untuk meletakkan barang bagasi. Setelah selesai, berkumpul Kembali untuk melaksanakan Umrah (Tawaf, Sai dan Tahallul ). Kondisional.
  • Setelah melaksanakan umroh kembali ketempat transit
  • Pemantapan Manasik Haji Dan Tausiah ( konditional)
  • Melaksanakan shalat Fardhu Berjamaah, tadarus Al qur’an Dan memperbanyak ibadah sunnah.
  • Manasik Haji, Tausiah dan Pemantapan persiapan ke Armina ( konditional )
  • Melaksanakan shalat Fardhu Berjamaah, tadarus Al qur’an Dan memperbanyak ibadah sunnah.
  • Setelah Makan Malam Pukul 21.00, Bersiap-siap Menuju Mina Pada Hari Tarwiyah Dan Sesampainya Di Tenda Mina Jamaah Dipersilahkan Untuk Memperbanyak Ibadah Dan Istirahat
  • Setelah Solat Subuh Berjamaah Dan Sarapan Pagi pada Pukul 09.00 Waktu Saudi Jamaah Bersiap-siap Berangkat Menuju Padang Arafah Untuk Berwukuf dan Memperbanyak Ibadah.
  • Pukul 19.00 Waktu Saudi Setelah Solat Maghrib Berjamaah, Para Jamaah Berangkat Menuju Muzdalifah Menunggu Sampai Pertengahan Malam Dan mengambil batu ( Untuk Melempar Jumroh ).
  • Pada Pukul 00.00 Waktu Saudi Jamaah Bergerak Menuju Mina Untuk Melempar Jumroh Aqobah Dan Tawaf Ifadhoh Di Masjidil Haram Kemudian Tahallul (Kondisional).
  • Melaksanakan Sholat wajib dan sholat Jumat Berjamaah
  • Melaksanakan sholat wajib, Tadarus Al Qur’an dan Ibadah Sunnah Kemudian Melempar Jumroh (sughro,wusto, dan Aqobah).
  • Setelah melempar Jumroh (sughro,wusto, dan Aqobah) kemudian jamaah menuju tempat transit dan memperbanyak ibadah sunnah.
  • Melaksanakan sholat wajib, tadarus Al Qur’an dan ibadah sunnah yang lain.
  • Melaksanakan sholat wajib, tadarus Al Qur’an dan ibadah sunnah yang lain.
  • Setelah sarapan Pagi atau Pk. 07.00 Ziarah Kota Makkah ke Jabal Tsur, Padang Arafah, Jabal Rahmah, Muzdalifah, Mina, Jabal Nur (Gua Hira) & ambil miqat di Ji’ranah untuk melaksanakan Ibadah Umrah (Tawaf, Sai dan Tahallul). (Kondisional).
  • Tiba di hotel Makkah cek in, istirahat dan makan siang selanjutnya ngumpul di lobby untuk bersamasama melaksanakan ibadah umrah.
  • Melaksanakan sholat fardhu berjamaah serta memperbanyak ibadah sunnah di Masjidil Haram.
  • Melaksanakan sholat fardhu berjamaah serta memperbanyak ibadah sunnah di Masjidil Haram.
  • Melaksanakan sholat Jumat dan fardhu berjamaah serta memperbanyak ibadah sunnah di Masjidil Haram.
  • Setelah sarapan Pagi atau Pk. 07.00 Ziarah Kota Makkah ke Museum haromain, peternakan onta & ambil miqat di Hudaibiyah untuk melaksanakan Ibadah Umrah (Tawaf, Sai dan Tahallul). (Kondisional).
  • Melaksanakan sholat fardhu berjamaah serta memperbanyak ibadah sunnah di Masjidil Haram.
  • Setelah Sarapan Pagi Pukul 07.00 Waktu Saudi citytour ke kota Jeddah antara lain ke museum Al Ahmoodi, makam siti hawa, masjid Qishos, pasar cornice dan masjid apung/laut merah ( konditional )
  • Melaksanakan sholat fardhu berjamaah serta memperbanyak ibadah sunnah di Masjidil Haram.
  • Setelah Sarapan Pagi Pukul 07.00 Waktu Saudi Melaksanakan Tawaf Wada, kemudian cek out hotel dan Berangkat Menuju Bandara King Abdul Azis Jeddah Pada Pukul 10.00 Waktu Saudi untuk kembali ke tanah air dengan pesawat Saudi Airlines.
  • Insya Allah Tiba di Bandara Soekarno – Hatta dengan selamat pada pukul 09.00 WIB. 

HAL-HAL SEPUTAR HAJI

Haji Tamattu’

Haji Tamattu’ adalah Haji yang pelaksanaannya dimulai dengan umroh, lalu dilanjutkan dengan haji.

Tamattu’ dalam bahasa arab berarti berlezat-lezatan. Disebut juga dengan haji tamattu’ karena 2 hal, yaitu :

  1. Setelah umroh, ia bertahallul dan sambil menunggu tiba waktu haji ia boleh menggunakan baju, memakai minyak wangi, dan menggauli istrinya.
  2. Dalam satu safar atau perjalanan, ia bisa haji dan umroh sekaligus sehingga tidak perlu bersafar lagi jika ingin umroh.

Orang yang melaksanakan Haji Tamattu’ WAJIB untuk menyembelih hewan hadyu, sebagaimana Allah berfirman :

   فَمَنْ تَمَتَّعَ بِالْعُمْرَةِإِلَى الْحَجِّ فَمَااسْتَيْسَرَمِنَ الْهَدْىِ…

“..Maka bagi siapa yang ingin mengerjakan umroh sebelum haji (di dalam bulan haji), (wajiblah ia menyembelih) korban yang mudah didapat…” [QS. Al-baqarah: 196].

Pelaksanaan Haji

a. Hari Tarwiyah (Amalan tanggal 8 Dzulhijjah)

Jika hari Tarwiyah ( 8 Dzulhijjah) tiba, maka lakukanlah amalan berikut :

  • Mengenakan pakaian ihram di dalam penginapan atau hotel Anda di Makkah atau Jeddah
  • Berdiri menghadap kiblat lalu ucapkan لَبَّيْكَ اَللَّهُمَّ حَجًّا “Aku menjawab panggilan-Mu ya Allah (dengan) menunaikan ibadah haji”. Kemudian ucapkan seperti yang diucapkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam اَللَّهُمَّ هَذِهِ حَجَّةٌ لاَرِيَاءَ فِيْهَا وَلاَ سُمْعَةَ “Ya Allah, inilah ibadah haji yang tiada riya’ padanya dan tidak pula sum’ah”
  • Setelah berihram untuk berhaji, maka perbanyaklah membaca talbiyah berikut : لَبَّيْكَ اَللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لاَ شَرِيْكَ لَكَ
  • Setelah matahari terbit, berangkatlah ke Mina sambil terus membaca talbiyah.
  • Selama di Mina shalatlah pada waktunya mulai dari Zhuhur dengan cara diqashar atau diringkas menjadi dua rakaat, lantas shalat Ashar juga dengan diqashar. Lalu shalat maghrib 3 rakaat, kemudian shalat Isya dengan diqashar pula.
  • Setelah itu mabit di Mina hingga masuk waktu Shubuh, lalu shalat Shubuh seperti biasa dua rakaat.
  •  Selama berada di Mina pada hari ini, dianjurkan agar memperbanyak talbiyah dan berdzikir kepada Allah subhanahu wata’ala

b. Hari Arafah (Amalan tanggal 9 Dzulhijjah)

Pada hari Arafah atau ketika tanggal 9 Dzulhijjah, jamaah haji melaksanakan amalan-amalan berikut :

  • Setelah matahari terbit, bertolaklah dari Mina menuju padang Arafah dengan mengeraskan talbiyah dan bertakbir
  • Dimakruhkan bagi orang yang sedang berhaji berpuasa pada hari Arafah, karena saat Wukuf di Arafah Nabi tidak berpuasa, bahkan saat itu beliau minum susu segar.
  • Jika memungkinkan, kerjakan shalat Zhuhur dan Ashar berjamaah di Masjid Namirah untuk mendengarkan khutbah yang disampaikan imam sebelum shalat. Namun jika tidak memungkinkan, maka shalatlah di Arafah.
  • Jamaah haji disunnahkan melaksanakan shalat Zhuhur dan Ashar dengan qashar dan jama’ pada waktu Zhuhur. Rasulullah pada waktu di Arafah seusai berkhutbah menyuruh dikumandangkannya adzan lalu iqamat  dan shalat Zhuhur dua rakaat, lantas iqamat lalu shalat Ashar dua rakaat pada waktu Zhuhur.
  • Melakukan Wukuf di Arafah dengan menghadap ke arah Kiblat , lalu mengangkat kedua tangan sambil berdo’a. Anda harus memohon hanya kepada Allah, dan tidak memohon kepada selain-Nya.
  • Pastikan dengan benar bahwa Anda benar-benar Wukuf di padang Arafah dengan melihat tanda batas wilayah ini yang dipancangkan di sana. Sebab, wuquf di Arafah merupakan rukun terpenting dalam ibadah haji. Terkait dengan hal itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :  اَلْحَجُّ عَرَفَةُ “Haji itu wukuf di Arafah”.
  • Memperbanyak talbiyah dan bacaan tahlil (Laa ilaaha Illallah)
  • Tetaplah berdzikir, berdo’a, tawadhu (rendah hati) di hadapan Allah subhanahu wata’ala dengan penuh kekhusyu’an serta kesungguhan hingga matahari terbenam.
  • Jangan lupa membaca shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad, keluarga, dan sahabat-sahabatnya.
  • Setelah matahari terbenam, bertolaklah dengan tenang menuju Muzdalifah.
  • Tiba di Muzdalifah mengerjakan shalat Maghrib dan Isya dengan dijamak ta’khir (dikerjakan pada waktu Isya), dan di qashar. 
  • Mabit atau bermalam di Muzdalifah hingga Shubuh dan mengerjakan shalat Shubuh di sana. Mabit hukumnya wajib, maka jamaah haji tidak boleh meninggalkan Muzdalifah sebelum shalat Shubuh di sini, seperti dicontohkan Nabi dan para Sahabat.
  • Mengambil dan mengumpulkan batu kerikil
  • Setelah shalat Shubuh, berdo’a sambil menghadap ke arah kiblat seraya bertahmid, bertakbir, dan bertahlil hingga langit terang.

c. Hari Idul Adha (Amalan tanggal 10 Dzulhijjah)

  • Setelah shalat Subuh dan langit mulai terang atau sebelum matahari terbit, maka bertolaklah dengan tenang dari Muzdalifah ke Mina sambil bertalbiyah atau bertakbir
  • Melempar Jumaratul ‘Aqabah dengan tujuh batu kerikil kecil yang dipersiapkan sebelumnya sambil mengucapkan takbir pada tiap-tiap lemparan
  • Menghentikan bacaan talbiyah ketika selesai melempar Jumratul ‘Aqabah
  • Setelah melempar Jumratul ‘Aqabah , kenakanlah pakaian biasa  serta pakailah minyak wangi. Saat itulah menjadi halal bagi Anda semua larangan ihram kecuali berhubungan badan dengan isteri
  • Menyembelih al-hadyu (sembelihan) Anda di Mina, dan pemotongan hewan ini dilakukan pada hari Idul Adha atau hari Tasyriq (tanggal 11, 12, 13 Dzulhijjah)
  • Makanlah sebagian sembelihan Anda, dan selebihnya diberikan kepada siapa saja yang Anda sukai, termasuk fakir miskin
  • Apabila tidak mempunyai uang seharga hewan tersebut, maka diwajibkan  berpuasa selama tiga hari pada saat haji dan tujuh hari setelah tiba di kampung halaman. (QS Al Baqarah : 196)
  • Kaum wanita dalam amalan ini sama dengan kaum laki-laki. Penyembelihan hewan atau puasa hanya diwajibkan keapda jamaah haji Tamattu’
  • Bertahallul dengan memendekkan  atau menggunduli rambut kepala. Bagi wanita hanya boleh menggunting atau memendekkan sedikit rambutnya dengan mengumpulkan semua rambut kepala lantas memotong ujungnya seukuran satu ruas jari
  • Menuju Makkah untuk thawaf Haji (thawaf Ifadhah), yakni mengelilingi Ka’bah tujuh kali lalu shalat sunnah dua rakaat, sebagaimana pada manasik umroh
  • Mengerjakan sa’i haji antara Shafa dan Marwah juga sebanyak tujuh kali
  • Apabila kondisi tidak memungkinkan untuk mengerjakan thawaf Ifadah dan sa’i ini, Anda boleh mengerjakan keduanya pada hari Tasyriq. Bahkan apabila tidak memungkinkan pula, Anda boleh mengerjakannya pada hari lain selama masih di bulan Dzulhijjah.
  • Disunnahkan mengerjakan amalan berikut secara berurutan :
  1. Melempar Jumratul ‘Aqabah
  2. Menyembelih hewan hadyu
  3. Mencukur gundul atau memendekkan  rambut kepala
  4. Thawaf Ifadah
  5. Sa’i Haji
  • Setelah thawaf Ifadhah dan Sa’i haji, kembalilah ke Mina. Kemudian Anda mabit atau bermalam di sana untuk melontar jumrah esok harinya.

d. Hari Tasyriq ke-1 (Amalan tanggal 11 Dzulhijjah)

  • Setibanya zawal (matahari tergelincir sebagai pertanda masuk waktu Zhuhur) maka disunnahkan bagi Anda melontar Jumrah yang tiga secara berurutan; mulai dari Jumrah Shughra, Jumrah Wustha, dan Jumratul ‘Aqabah, dengan ketentuan sebagai berikut :
  • Melempar Jumrah Shughra dengan tujuh batu kerikil kecil yang sudah Anda siapkan dari Mina sambil mengucapkan ‘Allahu Akbar‘ pada tiap-tiap lemparan.
  • Setelah melempar Jumrah Shughra, berdirilah di depannya lalu menghadap ke arah Kiblat dan berdo’alah dengan do’a yang sepanjang-panjangnya dan sebanyak mungkin sambil mengangkat kedua tangan dengan penuh pengharapan.
  • Seusai berdo’a, Anda berjalan menuju Jumrah Wustha lalu melemparnya dengan tujuh batu kerikil sambil mengucapkan ‘Allahu Akbar‘ pada tiap-tiap lemparannya. Setelah itu, berdirilah di sebelah kirinya, menghadap ke arah Kiblat, lantas berdo’a sambil mengangkat kedua tangan dengan do’a yang panjang lagi banyak.
  • Setelah memanjatkan do’, berjalanlah menuju Jumrah Kubra (Jumratul ‘Aqabah) lalu melemparnya dengan tujuh batu kecil sambil mengucapkan ‘Allahu Akbar’ pada setiap lemparannya. Dan ketika melempar, posisikanlah kota Mina berada di sebelah kanan Anda sedang kota Makkah berada di sebelah kiri Anda.
  • Setelah melempar Jumratul ‘Aqabah, tidak ada do’a seperti yang dilakukan pada dua Jumrah sebelumnya; Jumrah Shughra dan Jumrah Wustha.
  • Lalu pada malam berikutnya, Anda kembali dianjurkan untuk mabit atau menginap di Mina.

e. Hari Tasyriq ke-2 (Amalan tanggal 12 Dzulhijjah)

Amalan yang dikerjakan pada tanggal 12 Dzulhijjah sama seperti yang dikerjakan pada tanggal 11 Dzulhijjah, yaitu :

  • Melontar tiga Jumrah secara berurutan setelah zawal; mulai dari Jumrah Shughra, Jumrah Wustha, hingga Jumratul ‘Aqabah, dengan ketentuan sebagai berikut :
  • Melempar Jumrah Shughra dengan tujuh batu kerikil yang sudah Anda siapkan dari Mina sambil berseru ‘Allahu Akbar‘ pada tiap-tiap lemparannya.
  • Berdiri di depan Jumrah Shugra, lalu menghadap ke arah Kiblat lantas berdo’a dengan do’a yang sepanjang dan sebanyak mungkin seraya mengangkat dua tangan.
  • Berjalan menuju Jumrah Wustha saat sudah berdo’a, kemudian melemparnya dengan tujuh batu kerikil sambil berseru ‘Allahu Akbar‘ pada tiap-tiap lemparannya. Setelah melempar, berdirilah di sebelah kirinya, menghadap ke arah Kiblat, lalu berdo’a sambil mengangkat kedua tangan dengan do’a yang panjang lagi banyak.
  • Lalu berjalan menuju Jumrah Kubra (Jumratul ‘Aqabah) lalu melemparnya dengan tujuh batu kerikil sambil berseru ‘Allahu Akbar’ pada setiap lemparannya. Dan ketika melempar, posisikanlah kota Mina berada di sebelah kanan Anda sedang kota Makkah berada di sebelah kiri Anda.
  • Setelah melempar Jumratul ‘Aqabah, tidak ada do’a seperti yang dilakukan pada dua Jumrah sebelumnya; Jumrah Shughra dan Jumrah Wustha.
  • Kemudian jika ingin segera keluar dari Mina, Anda dapat keluar pada hari ini juga sebelum matahari terbenam.

Keluar dari Mina pada tanggal 12 Dzulhijjah diistilahkan dengan ‘Naffar Awwal‘, sedangkan keluar dari Mina pada tanggal 13 Dzulhijjah diistilahkan dengan ‘Nafar Tsani‘.

  • Apabila Anda hendak mabit di Mina pada malam hari (tanggal 12 Dzulhijjah), dan yang demikian itu lebih afdhal, maka menginaplah dan kerjakanlah pada esok hari (tanggal 13 Dzulhijjah) amalan seperti yang dikerjakan pada tanggal 11 dan 12 Dzulhijjah.

Thawaf Wada’

Thawaf Wada’ hukumnya wajib bagi orang yang menunaikan haji, kecuali bagi wanita yang sedang mengalami haidh atau dalam keadaan nifas. Berdasarkan hadist Abdullah bin Abbas radhiallahu ‘anhu :

أُمِرَالنَّاسُ أِنْ يَكُوْنَ آخِرَ عَهْدِهِمْ بِالْبَيْتِ إِلَّا أَنَّهُ خُفِّفَ عَنِ الْمَرْأَةِ الْحَائِضِ

“Manusia diprintahkan untuk menjadikan Thawaf Wada’ sebagai akhir ibadah mereka di Baitullah. Hanya saja, diberi keringanan bagi wanita yang sedang haidh untuk tidak melaksanakannya.” Shahih : HR. Al-Bukhari no 1755.

Thawaf Wada’ dilaksanakan 7 putaran dengan berpakaian biasa dalam keadaan berwudhu. Sesudah Thawaf ini, shalatlah sebanyak 2 rakaat di Maqam Ibrahim.

Apabila seorang sakit atau mengalami haidh sehingga tidak dapat melaksanakan thawaf Ifadhah pada tanggal 10 Dzulhijjah atau pada hari-hari Tasyriq, maka dia boleh melaksanakannya ketika hendak pulang ke negaranya, yaitu dengan menggabungkan thawaf Ifadhah dan thawaf Wada’. Caranya ialah dia thawaf 7 putaran kemudian shalat 2 rakaat di maqam Ibrahim, lalu sa’i 7 putaran, dan baru pulang ke negaranya.

sumber : Panduan Manasik Haji dan Umrah, penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas Mubarak bin Mahfudh Bamuallim, Lc

Konsultasi Haji dan Umroh Hubungi :

Firza Fitri

HP : 0813.26.62.36.35 ( WA )