Umroh Februari 2021 | Umroh Masa Pandemi

paket-umroh-maret-2021

Umroh Februari 2021 | Umroh Masa Pandemi

Umroh Februari 2021 yang ditunggu-tunggu dan dinanti, namun tak mudah tuk diikuti.

Masih tingginya kasus yang terpapar Covid-19, memberi dampak pada banyaknya aturan yang diterapkan pemerintah Arab Saudi dalam menerima Jamaah Umroh.

Jadwal Umroh Februari 2021 ini, Alhijaz membuka 2 jadwal keberangkatan umroh yaitu tanggal 7 dan 21 Februari 2021.

Umroh 21 Februari 2021 sudah masuk bulan Rajab, dimana Rajab 1442H mulai tanggal 14 Februari sampai dengan 14 Maret 2021. Keutamaan bulan Rajab kita bahas dalam artikel ini.

Berikut adalah detail dari Umroh Februari 2021

Paket :  10 hari

Tanggal Keberangkatan : 21 Februari 2021

Program Kegiatan : Jakarta – Jeddah – Madinah, Mekkah – Jeddah – Jakarta 

Biaya : Rp. 26.900.000,- / pax dengan kapasitas 2 orang/ kamar.

Catatan :

  • Harga dan jadwal sewaktu-waktu bisa berubah sesuai kebijakan dan regulasi yang berlaku dari Kerajaan Saudi Arabia.

ITINERARY UMRAH 21 FEBRUARI 2021
UMRAH NEW NORMAL 10 HARI
“Antara Umrah yang satu dengan yang lainnya, menghapus dosa antara
keduanya.
” ( Hadist Muttafaqun ‘Alaih )


Sabtu, 20 Februari 2021 (Jakarta) – L/D

  • Rombongan berkumpul di hotel sekitar bandara Soetta pukul 08.00 WIB untuk melakukan PCR tes.
  • Pukul 10.00-12.00 manasik setelah itu cek in hotel dan karantina mandiri sebelum keberangkatan.

Hari 1 : Ahad, 21 Februari 2021 (Jakarta – Jeddah – Madinah) – B/D

  • Setelah sarapan pagi rombongan diantar ke Terminal 3 Bandara International Soekarno Hatta .
  • Dengan pesawat Saudi Arabia Airlines SV 817 pukul 10.45, rombongan berangkat menuju Jeddah dan insyaa allah pukul 16.45 waktu Saudi jamaah tiba di bandara King Abdul Aziz Jeddah.
  • Setelah pemeriksaan protokol kesehatan dan imigrasi, rombongan ambil bagasi kemudian keluar dari bandara menuju kota Medinah dengan Bus. Sesampainya di hotel Medinah, cek in hotel dan istirahat

Hari 2 : Senin, 22 Februari 2021 (Madinah) – B/L/D

  • Melaksanakan sholat fardhu dan memperbanyak ibadah Sunnah masingmasing di kamar hotel (karantina mandiri di dalam kamar masing-masing)

Hari 3 : Selasa, 23 Februari 2021 (Madinah) – B/L/D

  • Melaksanakan sholat fardhu dan memperbanyak ibadah Sunnah masingmasing di kamar hotel (karantina mandiri di dalam kamar masing-masing)
  • Mengikuti PCR test di hotel

Hari 4 : Rabu, 24 Februari 2021 (Madinah) – B/L/D

  • Ziarah ke Roudhoh ( makam Rasulullah SAW, Abu Bakar Assidiq dan Umar Bin Khattab) yang berada di dalam Masjid Nabawi )

Hari 5 : Kamis, 25 Februari 2021 (Madinah) – B/L/D

  • Melaksanakan sholat fardhu di Masjid Nabawi

Hari 6 : Jum’at, 26 Februari 2021 (Madinah – Mekkah) – B/L/D

  • Cek out hotel menuju kota Mekkah dan miqot di Bir Ali
  • Sampai di hotel Mekkah, cek in selanjutnya melaksanakan umrah ke masjidil Haram ( tawaf, sa’I dan tahallul)

Hari 7 : Sabtu, 27 Februari 2021 (Mekkah) – B/L/D

  • Melaksanakan sholat fardhu di Masdil Haram dengan di kawal oleh muassasah

Hari 8 : Ahad, 28 Februari 2021 (Mekkah) – B/L/D

  • Melaksanakan sholat fardhu di Masdil Haram dengan di kawal oleh muassasah

Hari 9 : Senin, 01 Maret 2021 (Mekkah – Jeddah) – B

  • Cek Out hotel menuju kota Jeddah
  • Dengan pesawat Saudia Arabia airlines SV 816 pukul 19.30 rombongan
    berangkat ke tanah air

Hari 10 : Selasa, 02 Maret 2021 (Jakarta)

  • Insya Allah akan tiba di terminal 3 Bandara Soekarno – Hatta dengan selamat pukul 09.00 WIB.
  • Dengan mengucapkan Alhamdulillahi robbil alamiin Kita sampai di tanah air. Terima kasih telah mempercayakan PT. Alhijaz Indowisata sebagai travel perjalanan anda. Semoga Ibadah Umroh kita Mabrur. Amin.

*Protokol kesehatan = Mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak*
*jadwal sewaktu-waktu bisa berubah mengikuti peraturan di negara Saudi Arabia)

Hal-hal yang perlu diperhatikan :

  1. Hotel karantina dan PCR dikoordinir oleh PT Alhijaz Indowisata
  2. Setelah melakukan PCR akan dilanjutkan ke manasik setelah itu jamaah melakukan karantina mandiri dilarang keluar kamar untuk menghindari kontak dengan orang lain.
  3. Selama karantina di hotel Saudi Arabia jamaah diwajibkan unruk tetap di kamar masing-masing, tidak diperbolehkan keluar kamar baik berkunjung ke kamar lain maupun ku luar area kamar.
  4. Jamaah tetap mematuhi protokol kesehatan yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan dilarang berkumpul.
  5. Memiliki paket internet
  6. Membawa obat-obatan pribadi
  7. Diharapkan membawa makanan tambahan untuk persediaan pribadi selama karantina baik di Jakarta maupun di Saudi
  8. Bersedia menerima apabila ada perubahan program akibat adanya kebijakan baik di Saudi maupun Indonesia.

Akomodasi Hotel Selama di Tanah Suci :

Hotel Mekkah :  Mekkah Tower / setaraf *5
Hotel Madinah :  Rove Al Madinah/  setaraf *5

Transportasi Umroh Februari 2021

Maskapai : Saudi Arabian Airlines

Transportasi Selama di Saudi arabia : Bis ber- AC sesuai Protokol Covid.

Harga Umroh Februari 2021 termasuk :

  • Visa Umroh
  • Tiket Pesawat PP – Ekonomi
  • Hotel Mekkah – Madinah termasuk hotel karantina 3 hari di Madinah
  • Makan 3x sehari dengan box karena Buffet Dilarang
  • Pembimbing Ibadah
  • Bus sesuai Protokol Covid-19

Harga Umroh Februari 2021 Tidak termasuk :

  • PCR Test, Karantina hotel keberangkatan dan kepulangan Rp. 2.600.000,-
  • Paspor berlaku tidak kurang dari 12 bulan (2 kata)
  • Vaksin Meningitis
  • Biaya DAM (opsional)
  • Biaya perlengkapan, asuransi, dan handling Rp 1.500.000,-
  • Kelebihan bagasi.

Persyaratan Umroh Februari 2021:

  • DP sebesar Rp. 15.000.000,- dan pelunasan 14 hari sebelum keberangkatan
  • Paspor
  • Pasphoto Berwarna 4×6=2 lembar dengan Latar Putih dan 80% Fokus Wajah
  • Fotocopy KTP dan Buku Meningitis
  • Usia 18 – 60 Tahun
  • Tidak Memiliki Penyakit Penyerta (Comorbid) dengan dibuktikan Surat Pernyataan.

Keutamaan Bulan Rajab

Bulan Rajab merupakan salah satu dari empat bulan Haram.

Apa Makna Bulan Haram?

Al Qodhi Abu Ya’la rahimahullah berkata, ”Dinamakan bulan haram karena dua makna :

  1. Pada bulan tersebut diharamkan berbagai pembunuhan. Orang-orang Jahiliyyah pun meyakini demikian.
  2. Pada bulan tersebut larangan untuk melakukan perbuatan haram lebih ditekankan daripada bulan yang lainnya karena mulianya bulan itu. Demikian pula pada saat itu sangatlah baik untuk melakukan amalan ketaatan.” (Lihat Zaadul Masiir, tafsir surat At Taubah ayat 36)

Adanya empat (4) bulan Haram ini dapat kita lihat dalam Firman Allah ‘Azza Wajala yang artinya :

Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, Maka janganlah kamu Menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa. (QS. At-Taubah : 36)

Dalam ayat tersebut di atas Allah ‘Azza Wajalla telah menyebutkan bahwa ada empat (4) bulan Haram dari dua belas (12) bulan yang sudah Allah tetapkan. Keempat bulan Haram tersebut dapat kita temui rinciannya dalam hadist Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang artinya :

“Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqa’idah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadil (akhir) dan Sya’ban.” (HR. Bukhari no. 3197 dan Muslim no. 1679)

Amalan/ Ibadah Khusus di Bulan Rajab

Sebagaimana dinukil oleh Sayyid Sabiq dalam Fiqh Sunnah (1: 401), Ibnu Hajar Al Asqolani berkata, “Tidak ada dalil yang menunjukkan keutamaan puasa di bulan Rajab atau menjelaskan puasa tertentu di bulan tersebut. Begitu pula tidak ada dalil yang menganjurkan shalat malam secara khusus pada bulan Rajab. Artinya, tidak ada dalil shahih yang bisa jadi pendukung.”

Syaikh Sholih Al Munajjid hafizhohullah berkata, “Adapun mengkhususkan puasa pada bulan Rajab, maka tidak ada hadits shahih yang menunjukkan keutamaannya atau menunjukkan anjuran puasa saat bulan Rajab. Yang dikerjakan oleh sebagian orang dengan mengkhususkan sebagian hari di bulan Rajab untuk puasa dengan keyakinan bahwa puasa saat itu memiliki keutamaan dari yang lainnya, maka tidak ada dalil yang mendukung hal tersebut.” (Fatwa Al Islam Sual wal Jawab no. 75394)

Jadi tidak ada amalan khusus yang dilakukan di bulan Rajab yang termasuk bulan haram ini, namun ibadah yang rutin dilakukan bisa lebih baik lagi karena pahala ataupun dosa yang dikerjakan pada bulan-bulan Haram ini balasannya 2x lipat dari bulan-bulan lainnya.

Amalan-amalan yang bisa dilakukan di bulan Haram, antara lain:

  1. Shalat Fardhu.

Upayakan shalat fardhu berjamaah terus di masjid (utama buat laki-laki). Bila shalat fardhu berjamaah sudah terjaga dengan baik, usahakan bisa berada di shaf pertama. Bila sudah terbiasa di shaf pertama, usahakan bisa mendapatkan takbiratul ihram dari imam. Sehingga amalan shalat fardhu kualitasnya semakin meningkat dan meningkat lagi. Karena ingat “pahalanya lebih besar dibanding bulan lainnya”.

  2. Shalat Sunnah.

Amalkan shalat tahajud dengan witirnya di malam hari secara rutin. Bila sudah terjaga, amalkan shalat sunnah rawatib baik qabliyah ataupun ba’diyahnya. Bila sudah terjaga, maka lengkapi dengan shalat sunah dhuha. Begitulah seterusnya.

 3. Bacaan Al Quran.

Al Quran adalah pedoman hidup umat manusia dimana yang mengambil manfaat dari Al-Qur’an adalah manusia yang bertaqwa. Banyak keutamaan yang bisa didapat dari membaca Al-Qur’an, lima (5) di antaranya adalah :

  • Balasan pahala yang banyak yaitu 1 huruf al quran Allah beri balasan 10 kebajikan. menurut sebuah literatur, Al-Qur’an berjumlah 325.015 huruf, yang berarti satu kali khatam Alquran mendapatkan nilai pahala kebajikan kelipatan sepuluh, yakni 3.250.150. Jika kita membaca di bulan Rajab dan bulan-bulan haram lainnya, balasan kebajikan dilipatgandakan lagi.
  • Allah ‘azza wajalla akan mengangkat derajat orang-orang selalu membaca Alquran, mempelajari isi kandungannya dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
  • Orang yang selalu membaca Al-Qur’an akan mendapatkan ketenangan jiwa atau hati yang luar biasa
  • Orang yang selalu membaca Al-Qur’an akan mendapatkan syafaat (pertolongan) di hari kiamat
  • akan terbebas dari aduan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pada hari Kiamat nanti, di mana ada beberapa manusia yang diadukan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pada hari Kiamat dihadapan Allah ‘azza wajalla.

Membaca Al-Qur’an adalah zikir yang paling utama. Selain memperbanyak membaca Al-Qur’an, kita juga sangat dianjurkan ber-istighfar memohon ampun kepada Allah atas dosa-dosa kita yang telah lampau. Dengan memperbanyak zikir di bulan Rajab kita juga berharap agar dosa-dosa kita diampuni Allah ‘azza wajalla. Dengan berzikir kita mengharapkan ridha Allah dan mendapat balasan kebaikan lebih banyak di bulan Rajab ini.

4. Sadaqah.

Selain amalan yang berkaitan hubungan kita dengan Allah, ada amalan yang berkaitan dengan hubungan kita kepada sesama. Dan justru jika mau menghitung dengan seksama, malah amalan yang berhubungan dengan sesama itu mendominasi ajaran Islam kita. Keseharian kita jika diperhatikan sangat banyak berinteraksi dengan sesama. Maka peluang beramal shalih yang berkaitan dengan hablun minannas (hubungan dengan sesama) lebih banyak.

Sadaqah adalah amal shalih yang hendaknya bisa ditingkatkan di bulan haram ini. Tambahi kuantitasnya dan kualitasnya. Sadaqah hendaknya menjadi budaya kita sebagai bekal akhirat . Ingatlah penyesalan orang fasik di akhiratnya, yaitu mereka minta dikembalikan ke dunia supaya bisa bersadaqah. Mereka melihat betapa agung pahala sadaqah.

Allâh Azza wa Jalla berfirman yang artinya :

 “Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata, “Ya Rabbku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shaleh.” [al-Munâfiqûn/63:10]

  5. Puasa

Puasa sunnah bulanan bisa juga dilakukan di bulan Rajab ini, seperti Puasa Senin – Kamis, Puasa Ayyamul Bidh.

  6. Umroh

Umroh di bulan Rajab juga tidak ada disebutkan Rasulullah keutamaannaya. Namun jika kita ingin mendapatkan pahala/ balasan amal kebaikan yang lebih banyak lagi, tidak ada salahnya kita melaksanakan ibadah umroh di bulan Rajab ini. Dengan harapan semakin banyak amal baik yang kita kerjakan semakin banyak pahala yang kita peroleh sehingga dapat mengurangi timbangan amal buruk kita yang terhitung banyaknya.

Demikianlah sedikit uraian dari Keistimewaan, Keutamaan dan Amalan di Bulan Rajab. 

Untuk mengikuti Umroh Rajab 1442H, bisa mengikuti jadwal keberangkatan 21 Februari dan 7 Maret 2021. Info untuk umroh Maret 2021 klik link berikut Umroh Maret 2021

umroh-maret
Kedatangan di Bandara Jeddah
umroh-maret
Saat check in di bandara tanpa ada porter masa pandemi

Standar pelaksanaan Umroh Februari 2021 sebagai berikut :

  • Jamaah berusia antara 18 – 60 tahun, 11 bulan yang tidak memiliki penyakit penyerta/ komorbid
  • Bukti bebas Covid-19  yang dibuktikan dengan asli hasil PCR/ Swab Test yang dikeluarkan Rumah Sakit/ laboratorium yang sudah terverifikasi Kemenkes dan berlaku 72 jam sejak pengambilan sampel hingga waktu keberangkatan.
  • Setibanya di Arab Saudi, jamaah dikarantina selama 3 hari di hotel tempat menginap dan dilakukan pemeriksaan Swab/ PCR kepada seluruh jamaah oleh Kemenkes Arab Saudi
  • Selama karantina, jamaah harus disiplin menerapkan protokol kesehatan, tetap tinggal di kamar hotel. Hindari interaksi dengan orang lain selama masa karantina.
  • Ibadah umroh dilakukan selama 1 kali selama di Mekkah.
  • Tidak ada tawaf sunnah maupun tawaf wada’
  • Setelah masa karantina, jamaah bisa melaksanakan shalat fardhu 5 waktu di Masjidil haram dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
  • Jamaah diberi kesempatan melaksanakan shalat fardhu 5 waktu di Masjid Nabawi tanpa menginput data di sistem aplikasi
  • Untuk ziarah ke makam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan shalat di Raudhah, jamaah wajib menginput aplikasi terlebih dahulu.
  • Saat kepulangan ke Indonesia, jamaah wajib mendapatkan dokumen swab/ pcr dari Kemenkes Arab Saudi dengan hasil negatif
  • Jika tidak membawa dokumen swab/ pcr, maka setiba di Indonesia akan dilakukan proses karantina di hotel/ asrama haji yang ditunjuk untuk dilakukan swab/ pcr
  • Jamaah dapat melanjutkan perjalanan pulang ke rumah setelah mendapatkan hasil swab/ pcr negatif.
umroh-februari
Kedatangan di Hotel Mekkah
umroh-maret
Masjid Nabawi - Madinah

Hubungi Kami Segera

Voucher-Alhijaz
Tunjukkan Voucher Ini saat Daftar