Paket Umroh Plus Turki 2019

Paket Umroh Plus Turki 2019

Paket Umroh Plus Turki 2019 untuk program 12 hari keberangkatan tanggal 4 & 10 Februari, 6 Maret, dan 18 April 2019. Dengan menggunakan Turkish Airlines. Untuk detail paket umroh plus turki ini adalah sebagai berikut :

umroh-plus-turki
Umroh Plus Turki 12 Hari | Alhijaz Indowisata

Paket Umroh Plus Turki 2019 ini dapat diikuti oleh calon jamaah dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan daerah lain di seluruh Indonesia.

Paket Umroh Plus Turki 2019 selama 12 hari itinerary nya bisa diklik kalimat berikut ini : itinerary-umroh-plus-turki-2019

Sebelum umroh, jamaah akan melakukan perjalanan mengunjungi Istanbul dan Bursa Turki. Berikut tempat-tempat yang akan kita kunjungi di Istanbul dan Bursa

Paket Umroh Plus Turki 2019 – Lokasi kunjungan di Bursa :

1. Uludag

Uludag adalah Gunung tertinggi di Marmara Bursa dengan ketinggian 2.543 meter. Wilayah ini merupakan pusat terkemuka untuk olahraga dan ski musim dingin.  Jumlah hari Gunung Uludag ditutupi dengan salju adalah 178 hari. Uludag Berjarak 36 km dari Bursa dan 150 km dari Istanbul.

Paket Umroh Plus Turki 12 hari
uludag-cable-car

Teleferik Bursa adalah cable car atau kereta gantung yang menghubungkan pusat kota Bursa dengan Mt. Uludag. Selama naik teleferik ini, akan melewati 2 terminal, terminal pertama penumpang teleferik bisa turun untuk menikmati pusat rekreasi dan pertokoan souvenir. Setelah itu naik cable car lagi maka akan menuju ke terminal kedua yang merupakan puncak Mt. Uludag dengan pemandangan pohon-pohon pinus dan cemara.

Paket Umroh Plus Turki 12hari
Uludağ-Ski-Center-Bursa

2. Green Tomb (Yesil Turbe)

The Green Tomb (Yeşil Türbe) adalah makam Sultan Ottoman kelima, Mehmed I , di Bursa , Turki . Dibangun oleh putra Mehmed dan penerus Murad II setelah kematian penguasa pada 1421. Arsiteknya, Hacı Ivaz Pasha merancang makam dan Masjid Yeşil yangberseberangan dengannya.

Paket Umroh Plus Turki
Yesil turbe bursa

3. Green Mosque (Yesil Cami)

Selain Ulu Cami, yang tidak kalah indahnya dari arsitektur Ottoman adalah Yešil Cami (Green Mousque) atau Masjid Hijau yang dibangun dari tahun 1419-1421.

yesil_cami_green_mosque_bursa
yesil_cami_green_mosque_bursa

Penamaan Yesil Cami atau Masjid Hijau atau Green Mosque ini berhubungan dengan warna interior masjid ini yang didominasi oleh warna hijau dan toska. Sama halnya dengan Masjid Sultan Ahmad di Istanbul yang lebih kenal dengan sebutan sebagai Blue Mosque karena langit langit interiornya yang di dominasi warna biru. Yesil Cami atau Green Mosque berdiri di atas sebuah bukit di kota Bursa, di tempat yang kini juga dikenal dengan kawasan Yesil atau kawasan Hijau. Meski demikian, masjid ini juga kerap kali disebut sebagai Masjid Mehmet I merujuk kepada nama pembangunnya.

interior_green_mosque
interior_green_mosque

Desain bunga dan tulisan kaligrafi yang diukir dalam bingkai marmer dapat kita lihat pada pintu masuk dan jendelanya ,

4. Grand Mosque (Ulu Cami)

Ikon dari kota Bursa Turkey yaitu Masjid Agung Bursa atau dalam bahasa Turkey nya disebut Ulu Cami (Grand Mosque). Masjid Agung ini merupakan Masjid terbesar di Bursa. Ulu Cami (Grand Mosque) memiliki  20 kubah, dua menara yang mengapit pintu masuk utama, dan sebuah air mancur besar di tengahnya.

bursa_ulu_cami_grand_mosque
bursa_ulu_cami_grand_mosque

Masjid monumental ini dibangun antara tahun 1396 – 1399 dan terkenal dengan kaligrafi Islaminya yang indah.

Cerita yang beredar disana menyebutkan bahwa masjid Agung Bursa atau Ulu Cami ini dibangun dengan dua puluh kubah berhubungan dengan Janji dari Yıldırım Bayezid I yang akan membangun 20 masjid apabila berhasil memenangkan perang melawan Pasukan Salib di  Perang Nicopolis. Namun rencana ini akhirnya diubah menjadi membangun masjid dengan 20 kubah. Para pengamat seni bina arsitektur masjid menyebutkan bahwa masjid Agung Bursa ini sebagai masjid dengan gaya  arsitektur murni Bangsa Seljuk.

Paket Umroh Plus Turki 2019 – Lokasi Kunjungan di Istanbul

1. Blue Mosque

    • Blue mosque ( masjid biru) dikenal juga dengan Masjid Sultan Ahmed, adalah sebuah masjid yang berlokasi di Istanbul, kota terbesar di Turki dan merupakan ibukota Kesultanan Utsmaniyah (1453M-1923M).
      Masjid ini disebut juga Masjid Biru karena pada masa lalu interiornya didominasi warna biru.
      Masjid ini berada dekat situs kuno Hippodrome, dan berdekatan juga dengan Hagia Sophia.
      Jaraknya juga cukup dengan Istana Topkapi, tempat kediaman para Sultan Utsmaniyah sampai tahun 1853M dan tidak jauh dari pantai Bosphorus.
Paket Umroh Plus Turki
blue-mosque-mesjid-enam-menara

2. Hippodrome

Paket Umroh Plus Turki Paket Umroh Plus Turki Paket Umroh Plus Turki

Hippodrome square (simbol kejayaan Konstantinopel) yang berlokasi di depan Mesjid Biru, awalnya dibangun pada tahun 203SM oleh kaisar Romawi sebagai arena pacuan kuda. Bangunan ini dihancurkan pada tahun 1204 oleh pasukan salib. Pada masa kekhalifahan Utsmani, kawasan Hippodrome diaktifkan kembali sebagai lapangan kuda (horse square) untuk melatih kuda-kuda serdadu dinasti Utsmani.
Hippodrome square kini menyisakan Obelisk Mesir, Tiang Serpent, dan Obelisk Constantine.
Obelisk Mesir, diukir dari granit mera muda yang merupakah hadian dari gubernur Alexandria kepada Kaisar The0dosius Agung.
Tiang Serpent dengan tinggi 5,3meter berasal dari Yunani yang dibuat untuk menghormati dewa Apollo. dan abad ke-4 SM dipindahkan ke konstantinopel.
Obelisk Constantine memiliki tinggi 32 meter yang dibuat oleh penguasa kekaisaran Byzantium.

3. Hagia Sophia

Paket Umroh Plus Turki Paket Umroh Plus Turki

4. Topkapi Palace

 

5. Shoping di Grand Bazar

 

6. Taksim Square

 

7. Tour Bosphorus dengan private Cruise

 

8. Pierre Lotti

 

9. Spice Bazar

 

Paket Umroh Plus Turki 2019 ini dijadwalkan tanggal 4 & 10 Februari, 6 Maret, dan 18 April 2019

Sejarah Islam di Turki (based on Wikipedia)

Masa awal

Pada awalnya wilayah turki saat itu dikuasai oleh kerajaan Bizantium, sebuah kerajaan pada masa itu pada awal abad Masehi. Kerajaan Bizantium ini dikuasai oleh kerajaan Romawi selama kurang lebih 4 abad.

Pada tahun 395 kerajaan Romawi terpecah dua, Romawi Barat dan Romawi Timur. Kemudian di tangan kerajaan Romawi timur, Bizantium itu kemudian dirumah namanya menjadi Konstantinopel dan dijadikan ibukota. Sebaliknya Romawi Barat kala itu jatuh ke kekuasaan barbar (Goth) sekitar tahun 476 M.

Kemudian pada abad ke dua belas, wilayah konstantinopel ini kemudian dikuasai oleh Kesultanan/kekhalifahan Ottoman. Yang pada saat penaklukannya itu dipimpin oleh Muhammad al-Fatih. dan menurut sejarah pada masa raja inilah masa keemasan Kerajaan Turki Ottoman karena ditopang oleh rasa keagamaan Islam yang kental. Istanbul kemudian menjadi ibukota Turki Usmani.

Paket Umroh Plus Turki 2019 menanti Anda dan Keluarga

Era Utsmaniyah

Pada tahun 1453 saat Kesultanan Utsmaniyah mulai berkusa di Turki, Islam makin dominan di Turki. Gereja-gereja di Turki yang merupakan peningalan Bizantium termasuk Hagia Sophia banyak diubah menjadi masjid. Islam menjadi sangat dominan hingga tahun 1920an.

Era Modern

Saat Kesultanan Utsmaniyah runtuh dan diteruskan oleh Republik Turki pada 1923, Islam menjadi sedikit mundur karena perubahan Turki dari kesultanan menjadi negera sekuler. Ataturk melarang emblem-emblem Islam dan memberi keleluasaan pada agama non-Islam.

Efek lainnya adalah dimulainya penggunaan Kalender Masehi seperti di negara-negara Barat ketimbang Kalender Hijriyah, dan penggunaan kata Tanri ketimbang Allah. Kemudian Hagia Sophia yang diubah lagi menjadi museum, pelarangan pengajaran agama Islam, dan pembatasan jumlah masjid.

Pada masa Reformasi Turki pada 1945. Setelah peringanan kontrol politik otoriter pada tahun 1946, banyak orang mulai memanggil secara terbuka untuk kembali ke praktik keagamaan tradisional. Selama tahun 1950-an, bahkan pemimpin politik tertentu merasa bijaksana untuk bergabung dalam advokasi para pemimpin agama untuk menghormati agama. Para reintroduksi agama ke dalam kurikulum sekolah mengangkat masalah pendidikan tinggi agama. Para elit sekuler, yang cenderung tidak percaya para pemimpin agama tradisional, percaya bahwa Islam bisa “direformasi”. Jika pemimpin masa depan telah dilatih dalam seminari yang dikontrol pemerintah.

Untuk lebih tujuan ini, pemerintah pada tahun 1949 didirikan sebuah fakultas keilahian di Universitas Ankara untuk melatih guru Islam dan imam. Pada tahun 1951 pemerintah mendirikan Partai Demokrat sekolah menengah khusus (okullari imam HATIP) untuk pelatihan imam dan pendeta. Awalnya, sekolah imam HATIP tumbuh sangat lambat, tetapi jumlah mereka berkembang pesat menjadi lebih dari 250 pada tahun 1970-an. ketika pro-Islam Partai Keselamatan Nasional berpartisipasi dalam pemerintahan koalisi. Setelah kudeta 1980, militer. meskipun sekuler dalam orientasi, agama dilihat sebagai cara yang efektif untuk melawan ide-ide sosialis dan dengan demikian dasar pembangunan sembilan puluh HATIP imam lebih sekolah tinggi.

Selama tahun 1970-an dan 1980-an. Islam mengalami semacam rehabilitasi politik karena para pemimpin sekuler kanan-tengah agama dianggap sebagai benteng potensi dalam perjuangan ideologis mereka dengan pemimpin sekuler kiri-tengah. Sebuah kelompok advokasi kecil yang menjadi sangat berpengaruh adalah Hearth Cendekiawan, sebuah organisasi yang menyatakan bahwa budaya Turki benar merupakan sintesis tradisi Turki ‘pra-Islam dan Islam. Menurut Hearth, Islam tidak hanya merupakan suatu aspek penting dari budaya Turki tetapi adalah kekuatan yang dapat diatur oleh negara untuk membantu mensosialisasikan orang-orang untuk menjadi patuh warga sepakat untuk tatanan sekuler secara keseluruhan. Setelah kudeta militer 1980, banyak usulan Hearth untuk restrukturisasi sekolah, perguruan tinggi, dan penyiaran negara diadopsi. Hasilnya adalah pembersihan dari lembaga-lembaga negara lebih dari 2.000 intelektual dirasakan sebagai mengemban ide-ide kiri tidak sesuai dengan visi Hearth tentang kebudayaan nasional Turki.

Umroh Plus Turki 2019 Pilihan Tepat Liburan Keluarga Tercinta

Meskipun tarikah (istilah ini kadang-kadang dapat digunakan untuk mengacu pada setiap ‘kelompok atau sekte’ yang beberapa di antaranya bahkan mungkin tidak Muslim) telah memainkan peran mani dalam kebangkitan agama Turki dan di pertengahan 1990-an masih terbit beberapa negara yang paling beredar luas jurnal keagamaan dan surat kabar, sebuah fenomena baru, Islamcı Aydın (intelektual Islam) yang tidak berafiliasi dengan perintah Sufi tradisional, muncul selama tahun 1980-an.

Produktif dan penulis populer seperti Ali Bulaç, Rasim Özdenören, dan Ismet Özel telah diambil pada pengetahuan mereka tentang filsafat Barat, sosiologi Marxis, dan teori politik Islam radikal. untuk melakukan advokasi perspektif Islam modern yang tidak ragu-ragu untuk mengkritik penyakit masyarakat asli sedangkan secara bersamaan sisa setia kepada nilai-nilai etika dan dimensi spiritual agama. Intelektual Islam kasar kritis para intelektual sekuler Turki, yang mereka kesalahan untuk mencoba melakukan di Turki apa yang intelektual itu di Eropa Barat: materialisme duniawi pengganti, dalam versi kapitalis atau sosialis, untuk nilai-nilai agama.

Paket Umroh Plus Turki 2019 tersedia di bulan Februari, Maret, dan April 2019. Segera tentukan jadwal yang diinginkan dan booking seat sekarang juga, Pelunasan dan Dokumen 45hari sebelum keberangkatan. Seat Terbatas !!!

 

Program Umroh Plus Thaif Paket 13 hari | 0813 2662 3635

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.